<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2762353200387841883</id><updated>2011-08-09T06:45:49.102-07:00</updated><title type='text'>Ibn Sabil</title><subtitle type='html'>Jihad Fi Sabilillah akan selalu ada selamanya</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ibnsabil.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2762353200387841883/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnsabil.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Pelaut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05843383788626340222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ABvGOdnFX54/TLYUm6ovQQI/AAAAAAAAAPA/UEq7f79daTE/S220/mujahid.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2762353200387841883.post-1418697280356859643</id><published>2010-11-11T19:04:00.001-08:00</published><updated>2010-11-11T19:04:22.245-08:00</updated><title type='text'>Jihad Fisabilillah</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://ibnsabil.blogspot.com/2010/10/jihad-fi-sabilillah_09.html"&gt;Jihad fi Sabilillah&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ABvGOdnFX54/TGeiy4iGa8I/AAAAAAAAAMk/WgoIsoOkX5U/s1600/mujahid.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 256px; height: 192px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ABvGOdnFX54/TGeiy4iGa8I/AAAAAAAAAMk/WgoIsoOkX5U/s320/mujahid.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505548064536292290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hidup   ini adalah perjuangan dan perjuanganlah yang membuat kita hidup.   Jihad  fi sabilillah merupakan puncak ajaran Islam. Sehingga umat Islam  yang  melaksanakannya akan mendapatkan kemuliaan dan kejayaan di dunia  dan  surga Allah di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya mereka yang meninggalkan  jihad  dan tidak terbersit sedikitpun dalam hatinya untuk berjihad akan  hina  dan menderita di dunia serta mendapatkan siksa Allah di neraka.  Jihad  adalah satu-satunya jalan bagi umat Islam untuk meraih kejayaan  Islam,  merdeka dari penjajahan dan meraih kembali tanah yang hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika   umat Islam lalai terhadap kewajiban, maka Allah akan menghinakan   mereka. Rasulullah saw. bersabda,” Jika kalian telah berdagang dengan   ‘Inah (sistem riba’), mengikuti ekor-ekor sapi (sibuk beternak), rela   bercocok tanam dan meninggalkan jihad, pasti Allah akan menimpakan   kehinaan atas kalian. Allah tidak akan mencabut kehinaan itu hingga   kalian kembali ke ajaran agama kalian.” (HR Ahmad, Abu Dawud dan   al-Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syahid Hasan al-Banna berkata: Sesungguhnya   umat yang mengetahui bagaimana cara membuat kematian, dan mengetahui   bagaimana cara meraih kematian yang mulia, Allah pasti memberikan kepada   mereka kehidupan mulia di dunia dan keni’matan yang kekal di akhirat.   Wahn (kelemahan) yang menghinakan kita tidak lain karena penyakit cinta   dunia dan takut mati. Maka persiapkanlah jiwa kalian untuk amal yang   besar, dan semangatlah menjemput kematian niscaya diberi kehidupan.   Ketahuilah bahwa kematian adalah kepastian dan tidak datang kecuali satu   kali. Jika engkau menjadikannya di jalan Allah, maka hal itu merupakan   keuntungan dunia dan ganjaran akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ABvGOdnFX54/TGeimI3l9cI/AAAAAAAAAMc/eFX5BX1Kg9s/s1600/mujahid2.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 259px; height: 194px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ABvGOdnFX54/TGeimI3l9cI/AAAAAAAAAMc/eFX5BX1Kg9s/s320/mujahid2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505547845583107522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jihad   secara bahasa berarti mengerahkan dan mencurahkan segala kemampuannya   baik berupa perkataan maupun perbuatan. Dan secara istilah syari’ah   berarti seorang muslim mengerahkan dan mencurahkan segala kemampuannya   untuk memperjuangkan dan meneggakan Islam demi mencapai ridha Allah SWT.   Oleh karena itu kata-kata jihad selalu diiringi dengan fi sabilillah   untuk menunjukkan bahwa jihad yang dilakukan umat Islam harus sesuai   dengan ajaran Islam agar mendapat keridhaan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam   Syahid Hasan Al-Banna berkata, “Yang saya maksud dengan jihad adalah;   suatu kewajiban sampai hari kiamat dan apa yang dikandung dari sabda   Rasulullah saw.,” Siapa yang mati, sedangkan ia tidak berjuang atau   belum berniat berjuang, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun   urutan yang paling bawah dari jihad adalah ingkar hati, dan yang  paling  tinggi perang mengangkat senjata di jalan Allah. Di antara itu  ada  jihad lisan, pena, tangan dan berkata benar di hadapan penguasa  tiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah  tidak akan hidup kecuali dengan jihad, seberapa  tinggi kedudukan dakwah  dan cakupannya yang luas, maka jihad merupakan  jalan satu-satunya yang  mengiringinya. Firman Allah,” Berjihadlah di  jalan Allah dengan  sebenar-benarnya jihad” (QS Al-Hajj 78).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian anda  sebagai aktifis dakwah tahu akan hakikat doktrin ‘ Jihad adalah Jalan  Kami’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51); font-weight: bold; font-size: 130%;"&gt;Tujuan Jihad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jihad  fi sabilillah  disyari’atkan Allah SWT bertujuan agar syari’at Allah  tegak di muka bumi  dan dilaksanakan oleh manusia. Sehingga manusia  mendapat rahmat dari  ajaran Islam dan terbebas dari fitnah. Jihad fi  sabilillah bukanlah  tindakan balas dendam dan menzhalimi kaum yang  lemah, tetapi sebaliknya  untuk melindungi kaum yang lemah dan tertindas  di muka bumi. Jihad juga  bertujuan tidak semata-mata membunuh orang  kafir dan melakukan teror  terhadap mereka, karena Islam menghormati hak  hidup setiap manusia.  Tetapi jihad disyariatkan dalam Islam untuk  menghentikan kezhaliman dan  fitnah yang mengganggu kehidupan manusia.  (QS an-Nisaa’ 74-76).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51); font-size: 130%;"&gt;Macam-Macam  Jihad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jihad fi Sabilillah untuk menegakkan ajaran Islam ada  beberapa macam, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Jihad dengan lisan, yaitu menyampaikan,  mengajarkan dan menda’wahkan  ajaran Islam kepada manusia serta menjawab  tuduhan sesat yang diarahkan  pada Islam. Termasuk dalam jihad dengan  lisan adalah, tabligh, ta’lim,  da’wah, amar ma’ruf nahi mungkar dan  aktifitas politik yang bertujuan  menegakkan kalimat Allah.&lt;br /&gt;2. Jihad  dengan harta, yaitu menginfakkan  harta kekayaan di jalan Allah khususnya  bagi perjuangan dan peperangan  untuk menegakkan kalimat Allah serta  menyiapkan keluarga mujahid yang  ditinggal berjihad.&lt;br /&gt;3. Jihad dengan  jiwa, yaitu memerangi orang  kafir yang memerangi Islam dan umat Islam.  Jihad ini biasa disebut  dengan qital (berperang di jalan Allah). Dan  ungkapan jihad yang  dominan disebutkan dalam al-Qur’an dan Sunnah  berarti berperang di  jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51); font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keutamaan  Jihad dan Mati Syahid&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ayat Alquran memberikan  keutamaan tentang berjihad. Di antaranya, (QS an-Nisaa’ 95-96)(QS  as-Shaff 10-13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  SAW bersabda: Dari Abu Hurairah ra  berkata, Rasulullah SAW ditanya:  ”Amal apakah yang paling utama?” Rasul  SAW menjawab: ”Beriman kepada  Allah”, sahabat berkata:”Lalu apa?” Rasul  SAW menjawab: “Jihad fi  Sabilillah”, lalu apa?”, Rasul SAW menjawab:  Haji mabrur”. (Muttafaqun  ‘alaihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas ra, bahwa Rasulullah  SAW bersabda: ”Pagi-pagi  atau sore-sore keluar berjihad di jalan Allah  lebih baik dari dunia  seisinya.” (Muttafaqun ‘alaihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas  ra bahwa nabi SAW  bersabda: ”Tidak ada satupun orang yang sudah masuk  surga ingin kembali  ke dunia dan segala sesuatu yang ada di dunia  kecuali orang yang mati  syahid, ia ingin kembali ke dunia, kemudian  terbunuh 10 kali karena  melihat keutamaan syuhada.” (Muttafaqun ‘alaihi)&lt;br /&gt;Bagi  orang yang mati syahid disisi Allah mendapat tujuh kebaikan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*  1. Diampuni dosanya dari mulai tetesan darah pertama.&lt;br /&gt;* 2. Mengetahui  tempatnya di surga.&lt;br /&gt;* 3. Dihiasi dengan perhiasan keimanan.&lt;br /&gt;* 4.  Dinikahkan dengan 72 istri dari bidadari.&lt;br /&gt;* 5. Dijauhkan dari siksa  kubur dan dibebaskan dari ketakutan di hari Kiamat.&lt;br /&gt;* 6. Diletakkan  pada kepalanya mahkota kewibawaan dari Yakut yang lebih baik dari dunia  seisinya.&lt;br /&gt;* 7. Berhak memberi syafaat 70 kerabatnya.” (HR  at-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51); font-size: 130%;"&gt;Hukum Jihad Fi Sabilillah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hukum  Jihad  fi sabilillah secara umum adalah Fardhu Kifayah, jika sebagian  umat  telah melaksanakannya dengan baik dan sempurna maka sebagian yang  lain  terbebas dari kewajiban tersebut. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak   sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (ke medan   perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka   beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan   untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali   kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya” (QS at-Taubah 122).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad  berubah menjadi Fardhu ‘Ain jika:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Muslim yang telah mukallaf  sudah memasuki medan perang, maka baginya fardhu ‘ain berjihad dan tidak  boleh lari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hai  orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu  dengan orang-orang yang  kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah  kamu membelakangi mereka  (mundur). Barangsiapa yang membelakangi mereka  (mundur) di waktu itu,  kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau  hendak menggabungkan diri  dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya  orang itu kembali dengan  membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya  ialah neraka Jahannam. Dan  amat buruklah tempat kembalinya.” (QS  al-Anfal 15-16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Musuh sudah datang ke wilayahnya, maka jihad  menjadi fardhu ‘ain bagi seluruh penduduk di daerah atau wilayah  tersebut .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hai  orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang  kafir yang di sekitar  kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan  daripadamu, dan  ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang  bertakwa.” (QS  at-Taubah 123)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jika pemimpin memerintahkan  muslim yang  mukallaf untuk berperang, maka baginya merupakan fardhu ‘ain  untuk  berperang. Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak ada hijrah  setelah  futuh Mekkah, tetapi yang ada adalah jihad dan niat. Dan jika  kamu  diperintahkan untuk keluar berjihad maka keluarlah (berjihad).” (HR   Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51); font-size: 130%;"&gt;Kata-Kata Jihad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Khubaib  bin Adi ra.  berkata ketika disiksa oleh musuhnya, “Aku tidak peduli,  asalkan aku  terbunuh dalam keadaan Islam. Dimana saja aku dibunuh, aku  akan kembali  kepada Allah. Kuserahkan kepada Allah kapan saja Ia  berkehendak. Setiap  potongan tubuhku akan diberkatinya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Khansa  ra. berpesan  kepada 4 anaknya mengantarkan mereka untuk jihad, “Wahai  anak-anakku !  Kalian tidak pernah berkhianat pada ayah kalian. Demi  Allah, kalian  berasal dari satu keturunan. Kalianlah orang yang ada  dalam hatiku. Jika  kalian menuju ke medan perang, jadilah kalian  pahlawan. Berperanglah !  Jangan kembali. Aku membesarkan kalian untuk  hari ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah  bin Mubarak berkata pada saudaranya Fudail  bin Iyadh yang sedang asyik  ibadah di tahan suci,” Wahai ahli ibadah di  dua tahan Haram, jika engkau  melihat kami, niscaya engkau akan tahu  bahwa engkau hanya bermain-main  dalam ibadah. Barangsiapa membasahi  pipinya dengan air mata. Maka, leher  kami basah dengan darah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah  jihad adalah satu-satunya  jalan menuju kemuliaan di dunia dan di  akhirat. Ampunan Allah, surga  Adn, Pertolongan dan Kemenangan. Wallahu  a’lam bishawaab. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal  inilah yang membuat Islam berbeda dengan  agama yang lain, dimana  agama-agama yang lain tidak peduli dengan  sesama, sementara Islam  mensyariatkan agar semua orang selamat di hari  kiamat oleh karena itulah  maka dakwah adalah wajib hukumnya dan harus  sekuat tenaga mendakwahkan  Islam kepada semua orang dan jika perlu  memerangi orang-orang yang  menentang dan memusuhi Islam. Namun demikian  jihad dalam Islam ada  aturanya dimana non muslim di berikan pilihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memeluk Islam  dengan sukarela&lt;br /&gt;2. Tunduk kepada daulah Islamiyah&lt;br /&gt;3. Option yang  terakhir adalah perang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus  diakui bahwa sekarang banyak sekali  orang yang mengaku ulama tapi  mereka takut untuk melakukan dakwah yang  sesuai dengan anjuran  Rasulullah yaitu menyebarkan Islam keseluruh  penjuru bumi, sementara  ulama pengecut ini malah mengeluarkan fatwa yang  tidak Islami yaitu  mereka menyatakan bahwa jihad adalah perang melawan  hawa nafsu, memang  sesuai dengan hadis nabi yang menyatakan bahwa Jihad  terbesar adalah  perang melawan hawa nafsu terutama menundukan diri  sendiri untuk tunduk  menerima Islam dan menjalankan syariat Islam  termasuk menyebarkan  Agama Islam ke seluruh penjuru Bumi walau apapun  resikonya. Dan ini  sebagai bentuk kepedulian terhadap non muslim agar  non muslim memeluk  Islam dan selamat pada hari kiamat nanti.   &lt;/div&gt;  &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt;&lt;span class="post-author vcard"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-icons"&gt; &lt;/span&gt; &lt;div class="post-share-buttons"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2762353200387841883-1418697280356859643?l=ibnsabil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2762353200387841883/posts/default/1418697280356859643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2762353200387841883/posts/default/1418697280356859643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnsabil.blogspot.com/2010/11/jihad-fisabilillah.html' title='Jihad Fisabilillah'/><author><name>Pelaut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05843383788626340222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ABvGOdnFX54/TLYUm6ovQQI/AAAAAAAAAPA/UEq7f79daTE/S220/mujahid.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ABvGOdnFX54/TGeiy4iGa8I/AAAAAAAAAMk/WgoIsoOkX5U/s72-c/mujahid.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2762353200387841883.post-4518333758654586434</id><published>2010-10-09T21:22:00.001-07:00</published><updated>2010-10-09T21:23:31.315-07:00</updated><title type='text'>Jihad Ambon</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://yayasan-salawaku-maluku.blogspot.com/2010/06/kronologis-kerusuhan-ambon.html"&gt;Kronologis  Kerusuhan Ambon&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt; &lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ABvGOdnFX54/TB7AhlNR7AI/AAAAAAAAABM/ZkPt-aVhhME/s1600/amb1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ABvGOdnFX54/TB7AhlNR7AI/AAAAAAAAABM/ZkPt-aVhhME/s320/amb1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485033079339871234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tragedi  Ambon telah lewat sebulan. Namun, asapnya masih belum pupus benar.  Meski berangsur pulih, denyut kehidupan di Ambon masih belum normal.  Apalagi, darah masih terus tumpah di beberapa tempat di sekitar  Kepulauan Maluku. Lagi-lagi, seperti pada tragedi Iedul Fitri kelabu,  korbannya kebanyakan juga kaum muslimin. Seperti diketahui, dalam  prahara Ambon, kaum muslimin menjadi kebiadaban kaum kafirin. Mereka  dibantai dan disiksa dengan cara amat keji. Sejumlah kaum muslimah  diperkosa. Sementara puluhan ribu orang menjadi pengungsi lantaran rumah  dan toko mereka dibakar. Belum lagi belasan masjid yang dihancurkan  atau dibakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tak banyak yang tahu, di tengah segala  kengerian itu terjadi peristiwa-peristiwa yang menakjubkan. Allah  Subhanahu wa Ta’ala menurunkan bala tentara-Nya ketika umat Islam nyaris  jadi korban. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang turun saat perang  Badar berkecamuk belasan abad silam terbukti di bumi jihad Ambon:  “Ingatlah, ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu  diperkenankanNya bagimu. Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan  kepadamu dengan sepuluh ribu malaikat yang datang berturut-turut.” (QS.  Al-Anfaal: 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian-kejadian menakjubkan itu diceritakan oleh  KH Abdul Aziz Arbi, MA, Imam Besar Masjid Jami’ Al-Fatah, Ambon, kepada  wartawan Sabili, M. Lili Nur Aulia dan Rizki Ridyasmara yang  menemuinya, Ahad pagi (20/2) di Jakarta. Dalam wawancara selama satu  setengah jam, Ustadz Abdul Aziz menuturkan kesaksiannya tentang turunnya  bantuan Allah berupa sepasukan mujahidin cilik berjubah dan bersongkok  putih. “Saya terpaksa mengungsikan istri dan kelima anak saya karena  situasi Ambon yang masih sangat rawan. Tapi saya akan segera kembali ke  sana”, tutur alumnus Universitas Ummul Qura, Makkah, ini. Berikut  uraiannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 180%;"&gt;&lt;br /&gt;Ribuan  Jundullah Cilik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada malam pertama kerusuhan Ambon, 19  Januari 1999, yang bertepatan dengan 1 Syawal 1419 H, saya berada di  rumah bersama keluarga di dalam kompleks Masjid Raya Al-Fatah. Suasana  malam itu terasa amat mencekam. Tiap setengah jam sekali terdengar tiang  listrik dipukul bertalu-talu -tanda adanya serangan dari pihak Nasrani.  Ibu-ibu dan anak-anak semuanya dicekam ketakutan yang luar biasa. Para  penyerang itu menggunakan berbagai macam senjata. Mereka  berteriak-teriak bengis. Itu terjadi sepanjang malam. Tak pernah  berhenti. Kita hanya bisa menahan serangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam  kedua, saya dijemput dua puluh tentara Kostrad. Saya diberi tahu bahwa  saya adalah orang pertama yang akan dibunuh. Saat itu terjadi  penyerangan yang cukup hebat terhadap Masjid Raya Al-Fatah. Sejak malam  hingga dini hari, orang-orang Nasrani itu menyerang kita secara  bergelombang. Mereka bersenjatakan panah-panah api dan racun, parang,  tombak, batu, kayu, besi, senapan berburu, bom molotov, hingga bom ikan.  Pasukan Muslim hanya berbekal senjata seadanya: parang, kayu, batu, dan  senjata apa saja yang bisa diraih. Ada kalanya kita mendesak mereka,  namun sewaktu-waktu mereka ganti mendesak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ABvGOdnFX54/TB7AoD1Hq6I/AAAAAAAAABU/R8vqjeLZ-ts/s1600/amb2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 211px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ABvGOdnFX54/TB7AoD1Hq6I/AAAAAAAAABU/R8vqjeLZ-ts/s320/amb2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485033190639250338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sekitar  pukul 24.00 hingga pukul 01.00 malam waktu setempat, umat Islam  terdesak mundur. Musuh-musuh Islam, Nasrani-nasrani itu, maju hingga  mencapai pagar Masjid Raya. Mereka benar-benar ingin menghancur-leburkan  Masjid Raya kebanggaan kota Ambon itu. Di dalam masjid berkumpul lima  ribuan pengungsi yang kebanyakan terdiri dari ibu-ibu dan anak kecil.  Para penyerang itu tampak sudah sedemikian dekat dengan pagar masjid.  Beberapa dari mereka bahkan telah melompati pagar. Umat Islam panik  bercampur marah. Para pengungsi histeris ketakutan. Gambaran kehancuran  masjid dan pembantaian pengungsi sudah terbayang di depan pelupuk mata.  Keadaan sudah sedemikian gawat. Nyaris tanpa harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah  mengapa, tiba-tiba para penyerang itu berbalik dan lari terbirit-birit.  Kelihatannya mereka sangat ketakutan. Kita sama sekali tidak menyangka.  Sungguh kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata mereka  menyaksikan apa yang tidak bisa kita lihat. Ini kita ketahui melalui  cerita seorang Nasrani yang berhasil ditawan: “Saya melihat ribuan  kanak-kanak berusia sekitar sepuluh tahun, memakai baju dan songkok  putih berlari kencang keluar dari dalam masjid ke arah kita. Seorang tua  berjubah dan bersorban putih dengan tongkat di tangannya tampak  memimpin pasukan itu. Jumlahnya sangat besar dan keberaniannya sangat  luar biasa. Itulah yang membuat kami takut dan berbalik lari  meninggalkan masjid”. Subhanallah, Allahu Akbar ! Itu terjadi pada malam  Kamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 180%;"&gt;Tiupan Malaikat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Pada  malam Jum’at, Masjid Al-Fatah kembali diserang. Kali ini mereka  menyerang dari Jalan Baru - jalan ini terletak di depan masjid. Dengan  memanfaatkan tiupan angin yang mengarah ke Masjid Al-Fatah, penyerangan  dilakukan dengan membakar beberapa rumah di ujung selatan Jalan Baru.  Mereka menggunakan anak panah yang menyala. Namun, ketika mereka  menghujani rumah-rumah Muslim dengan ratusan anak panah berapi,  panah-panah itu malah jatuh ke rumah-rumah Nasrani tetangganya. Tapi  karena saat itu angin bertiup sangat kuat, rumah-rumah Muslim yang  letaknya bersebelahan ikut terbakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Api merembet dengan cepat ke  arah masjid. Tiupan angin kian mempercepat rembetan itu. Penduduk  berhamburan keluar menyelamatkan diri ke Masjid Al-Fatah. Penduduk  Muslim yang laki-laki bertempur di bawah kobaran api yang membubung  tinggi, menahan gelombang serbuan kaum kafirin yang berusaha menerobos  ke Masjid. Di Masjid, para pengungsi kembali panik. Kaum ibu berteriak  histeris. Anak-anak menangis ketakutan. Hawa malam itu terasa sedemikian  panas. Bercampur rasa kalut dan pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat keadaan  demikian, saya perintahkan semua wanita yang ada di dalam masjid  mengenakan pakaian sholatnya. Saya komandokan mereka bertakbir  mengagungkan nama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allahu Akbar ! Allahu Akbar  ! Allahu Akbar ! Gemuruh takbir kian lama kian kompak bergemuruh.  Takbir yang diteriakkan oleh jiwa yang pasrah dan sungguh-sungguh  mengharap pertolongan Allah membahana hingga ke luar masjid. Warga di  Gang Diponegoro dan Batu Merah yang terletak di dekat Al-Fatah menangis  saat mendengar takbir yang begitu memilukan. Kita bertakbir dari pukul  23.00 hingga 01.00 malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di malam yang penuh ketakutan itu,  orang-orang yang berada di sekitar Masjid tiba-tiba dikejutkan oleh  sebersit cahaya terang berwarna biru yang jatuh dari langit. Bola cahaya  itu membelah kepekatan malam, meluncur tepat di atas Masjid Raya  Al-Fatah. Entah apa sebabnya, tiba-tiba angin berbalik arah dan  berhembus amat sangat kencang. Yang tadinya bertiup ke arah Masjid, kini  berbalik seratus delapan puluh derajat menuju Gereja Silo. Seandainya  angin masih tetap meniup ke arah Masjid, bukan tidak mungkin seluruh  rumah Muslim akan habis. Tapi dengan ijin Allah Subhanahu wa Ta’ala  angin itu berbalik, dan akhirnya membakar Gereja Silo yang berjarak  kurang lebih tiga ratus meter dari Al-Fatah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curangnya Pemda  Ambon, khususnya petugas pemadam kebakaran, mereka telah memarkir dua  unit mobil pemadam kebakaran di samping Gereja Silo, namun tidak di  Masjid Al-Fatah. Mereka memadamkan api yang menjilat Gereja Silo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita  di Masjid tetap mengumandangkan takbir. Itu membuat orang-orang kafir  makin kalap. Mereka kian bengis menyerang kita. Seorang pengungsi  berkata kepada saya, “Ustadz, hentikan takbir. Mereka makin kalap  menyerang”. Takbir sejenak kita hentikan. Namun setelah berhenti, mereka  tetap menyerang kita. Takbir akhirnya kita lanjutkan. Kita kembali  menyusun pertahanan. Dengan takbir tersebut, kita memompa semangat jihad  kawan-kawan. Mereka akhirnya bisa kita pukul mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Entah  mengapa, seiring dengan terpukulnya pasukan kafir itu, angin kembali  bertiup kencang menuju Gereja Silo. Api kembali membakar gereja itu”.  Mobil-mobil pemadam kebakaran-pun berusaha keras memadamkan api kembali.  Itu terjadi pada malam Jum’at, 22 Januari 1999. Kita tidak bakar  gereja, mereka sendirilah yang membawa-bawa api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 180%;"&gt;&lt;br /&gt;Ribuan Mujahidin  Berjubah Putih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Jum’at, 23 Januari 1999, masyarakat  Desa Hitu - kurang lebih berjarak 25 km dari Ambon - ingin pergi ke  Ambon bergabung dengan Muslim lainnya membela Agama Allah yang telah  diinjak-injak kaum kafirin. Mereka baru mengerti, pengiriman orang-orang  Nasrani dari kampung-kampung ke Ambon sebelum ‘Iedul Fitri ternyata  mengandung rencana busuk. Pada Hari Raya, jumlah Muslimin di Ambon  berkurang drastis karena banyak yang mudik. Sedang orang-orang kafir  bertambah banyak. Itu sebabnya mereka berani menyerang umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar  yang beredar di masyarakat Desa Hitu dan sekitarnya menyebutkan bahwa  dalam penyerangan Kamis malam, Masjid Raya Al-Fatah telah membakar dan  saya - Imam Masjid tersebut - telah terbunuh oleh orang-orang Kristen.  Kaum Muslimin Desa Hitu itu berkata, “Kalau Masjid Raya telah terbakar  dan Ustadz telah terbunuh, untuk apa lagi kita hidup ! Mari bersama-sama  kita jihad fi sabilillah !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Ambon, jika orang ingin jihad fi  sabilillah, mereka melakukan upacara ritual dulu: mereka mandi  membersihkan segala najis yang mungkin masih melekat di sekujur tubuh,  disusul dengan berwudhu, lalu mengenakan baju perang berupa jubah putih -  dari Desa Hitu, Mamala, Maurela, dan Wakal - yang berjumlah sekitar  empat puluh orang mulai bergerak. Mereka tidak banyak. Orang yang  sungguh-sungguh siap untuk jihad fi sabilillah bukanlah orang  sembarangan. Mereka harus mengerti betul apa hakikat jihad fi sabilillah  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di Paso, mereka dihadang barikade pasukan  Brimob. Pasukan Brimob itu memberi tahu bahwa Masjid Raya Al-Fatah tidak  terbakar. Namun pemberitahuan itu tidak membuat pasukan jubah putih itu  surut langkah. Mereka telah siap berjihad. Karena tidak mau kembali ke  Hitu, akhirnya pasukan Brimob tersebut melepaskan beberapa tembakan ke  arah mereka. “Namun aneh, tak sebutir peluru pun sanggup menembus jubah  putih mereka. Peluru terakhir yang ditembakkan malah mental dan berbalik  menuju aparat yang menembaknya. Ini diakui oleh si penembaknya  sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Brimob itu menuturkan, “Setelah menembak  mereka, peluru itu langsung mental, berbalik ke saya. Untung saya cepat  menghindar. Setelah itu seluruh badan ini bergetar hebat. Gemetar.  Senjata yang saya pegang jatuh. Akhirnya saya bilang sama komandan dan  bahwa mereka ini bukan orang-orang biasa”. Dalam penglihatan pasukan  Brimob itu, empat puluh orang pasukan jubah putih tampak berjumlah  ribuan orang. Empat orang tua berjubah dan bersorban putih yang duduk di  atas empat kuda putih tampak memimpin pasukan besar tersebut. Padahal  orang-orang muslim itu tidak melihat siapa-siapa selain keempat puluh  warga Desa Hitu dan sekitarnya itu, dan tidak satu pun yang mengendarai  kuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di pinggiran Ambon, mereka dihadang tentara lagi.  Mereka dinasehati agar kembali saja ke Hitu, sebab Masjid Al-Fatah  tidak terbakar dan Ustadz Abdul Aziz masih hidup. Setelah mengecek  kebenaran berita itu, akhirnya mereka pulang dengan damai. Dalam  perjalanan pulang ke Hitu, mereka dihadang orang-orang Kristen.  Terjadilah pertempuran hebat. Dalam waktu singkat seluruh orang-orang  kafir itu berhasil ditumpas. Pertempuran itu menyebabnya seluruh  perkampungan kafirin dan sejumlah gereja. Andai saja pasukan jubah putih  itu tidak dihadang dan diserang, hal tersebut tidak akan pernah  terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim harus waspada terhadap orang kristen  karena ada beberapa ayat dalam alkitab yang mengajarkan pembantaian  terhadap non-kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="wn" valign="top" width="92%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="wn" align="right" valign="top" width="5%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="3%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="wn" valign="top" width="92%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;"Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi  rajanya,  bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Lukas 19:27&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang  untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai,  melainkan pedang. (35) "Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari  ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu  mertuanya, (36) dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Matius 10:34-35) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;(13.)Ada  orang-orang dursila tampil dari tengah-tengahmu, yang telah menyesatkan  penduduk kota mereka dengan berkata: Mari kita berbakti kepada allah  lain yang tidak kamu kenal,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; (14) maka haruslah engkau memeriksa,  menyelidiki dan menanyakan baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah  pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di tengah-tengahmu,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;  (15)maka BUNUHLAH dengan mata pedang penduduk kota itu, dan TUMPASLAH  dengan mata pedang kota itu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SERTA  SEGALA ISINYA DAN HEWANNYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; (16) Seluruh jarahan  harus kaukumpulkan di tengah-tengah lapangan dan HARUS KAU BAKAR HABIS  KOTA dengan seluruh jarahan itu sebagai korban bakaran yang lengkap bagi  TUHAN, Allahmu. Semuanya itu akan tetap menjadi timbunan puing untuk  selamanya dan tidak akan dibangun kembali.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; (17)  Dari barang-barang yang dikhususkan itu janganlah apapun melekat pada  tanganmu, supaya TUHAN berhenti dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu,  menunjukkan belas kasihan-Nya kepadamu, mengasihani engkau dan membuat  jumlahmu banyak, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek  moyangmu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; (18) Sebab dengan demikian engkau mendengarkan  suara TUHAN, Allahmu, untuk berpegang pada segala perintah-Nya, yang  kusampaikan kepadamu pada hari ini, dengan melakukan apa yang benar di  mata TUHAN, Allahmu."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;(  Ulangan 13 : 13-18 )&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kasih" hanyalah manis di  bibir... waspadalah... waspadalah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;evangelis/pendeta juga  tidak segan segan berbohong untuk menyebarkan agama kristen yang penuh dengan kebohongan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2762353200387841883-4518333758654586434?l=ibnsabil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2762353200387841883/posts/default/4518333758654586434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2762353200387841883/posts/default/4518333758654586434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnsabil.blogspot.com/2010/10/jihad-ambon_09.html' title='Jihad Ambon'/><author><name>Pelaut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05843383788626340222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ABvGOdnFX54/TLYUm6ovQQI/AAAAAAAAAPA/UEq7f79daTE/S220/mujahid.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ABvGOdnFX54/TB7AhlNR7AI/AAAAAAAAABM/ZkPt-aVhhME/s72-c/amb1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2762353200387841883.post-4754087173831392987</id><published>2010-10-09T20:17:00.003-07:00</published><updated>2010-11-30T02:26:14.762-08:00</updated><title type='text'>Ayaturahman Fi Jihadil Afghan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ABvGOdnFX54/TNyjjBOplDI/AAAAAAAAAPo/Qy535t_ibMs/s1600/mujahid1.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 281px; height: 179px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ABvGOdnFX54/TNyjjBOplDI/AAAAAAAAAPo/Qy535t_ibMs/s320/mujahid1.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538481463779497010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tersebutlah seorang komandan mujahid Afghanistan Najmuddin yang menguasai daerah Anjaman, daerah ini terletak di kawasan Wakhan, jika dilihat dalam peta Afghanistan, luas wilayah ini tak lebih dari sebesar satu jari yang berbatasan denagn negara Cina, Rusia dan pakistan dan pernah di jajah Uni Soviet. Di Daerah ini Komandan Najmuddin hanya disertai oleh 150 mujahid, pasukan Uni Soviet memblokade jalan-jalan umum namun mereka tidak berani menyerbu bahkan dengan tank-tank mereka sekalipun. Mereka hanya berani menyerang mujahidin dari jauh dan itupun dengan arah yang serampangan. Dan Allah SWT telah memenangkan kaum mujahidin dan mengalahkan pasukan Uni Soviet dan 5 perwira mereka tertangkap dan menjadi tawanan mujahidin. Mendengar hal itu maka pihak militer Uni Soviet segera mengirim surat kepada Komandan Najmuddin sehingga terjadilah diaog antar surat diantara mereka :&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Uni Soviet&lt;/span&gt; :&lt;/span&gt; "Kami akan memenuhi semua permintaan kalian, namun dengan syarat kalian harus  membebaskan      kelima perwira kami"&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Komandan Najmuddin&lt;/span&gt; : &lt;/span&gt;"Kami bukan pedagang"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Uni Soviet&lt;/span&gt; : "Jika kalian tidak mau membebaskan kelima perwira kami, maka kami akan membumi hanguskan seluruh isi kota dan kami akan membunuh anak-anak dan orang tua "&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Komandan Najmuddin&lt;/span&gt; : "Wahai anjing-anjing komunis, sungguh kalian adalah kaum yang suka menghianati perjanjian dengan kami"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kemudian Uni Soviet mengirim surat ketiga dan sengaja ditulis dengan tinta darah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Uni Soviet&lt;/span&gt; : "Kami pasti akan membalas sekecil apapun perlakuan buruk kalian terhadap kelima perwira kami "&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Komandan Najmuddin&lt;/span&gt; : "Kami tunggu kedatangan kalian....!! Ketahuilah bahwa kami telah membunuh kelima perwira kalian"&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; Setelah itu Uni Soviet berkabung atas kematian kelima perwiranya sampai sampai mereka membuat patung salah seorang perwira tersebut sebagai penghormatan atas jasa-jasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sekilas cuplikan dari peperangan antara kaum mujahidin dengan komunis Uni Soviet yang terjadi di tahun 1980 an, dan dalam komunikasi militer diatas terlihat jelas betapa Komandan Mujahidin sangat berani menentang pasukan Uni Soviet walaupun hanya dengan pasukan yang sedikit. Kisah ini di ambil dari buku &lt;span style="color: rgb(255, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;"Ayaturahman Fi Jihadil Afghan"&lt;/span&gt; yang disusun oleh &lt;span style="color: rgb(255, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;Abdullah Azzam&lt;/span&gt; yang terlibat lansung di dalam medan jihad Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kehebatan dari pejuang-pejuang Afghanistan yang rela mempertaruhkan nyawa demi tegaknya panji-panji Islam dinegaranya, 99% penduduk Afghanistan adalah muslim dan mayoritas adalah Ahlusunnah wal jamaah, sumber kebijakan mereka adalah Islam, sejak negri ini di taklukan oleh &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Ashim bin Amru At Tamimi&lt;/span&gt; pada massa kekhalifahan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Umar bin Khattab&lt;/span&gt; hingga kemudian dirampas oleh Presiden Muhamad Dawud pada tahun 1973. Ruh Islam adalah penggerak utama putra-putra bangsa dan Islam pula yang menjadi tolak ukur masyarakat serta neraca kewibawaan yang berlaku di kalangan mereka. Berbeda jauh jika di banding dengan ulama-ulama Indonesia yang lebih senang dengan "jihad melawan hawa napsu" dan mendukung hukum buatan manusia yaitu "demokrasi pancasila".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afghanistan adalah negara yang sangat menakjubkan mereka selalu berkumpul bersama ulama, pemimpin mereka adalah ulama dan ulama pula yang jadi pemersatu di kalangan mereka maka tidak heran bangsa yang teguh memegang kaidah-kaidah Islam berani melengserkan dua rajanya yang tidak berpegang kepada ajaran agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama adalah raja Habibbulah bin Abdurahman pada tahun 1919, bangsa Afghanistan melengserkan karena raja telah bersekongkol dengan bangsa penjajah Inggris hingga sang raja tewas ditangan bangsanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua adalah Raja Amanulah Khan yang di kudeta oelh rakyatnya pada tahun 1924 - 1928, karena raja telah berani merubah undang-undang negara yang berlandaskan Islam dengan Undang-undang dari negara barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afghanistan akan selalu menegakan hukum-hukum Islam walau apapun taruhanya hingga tak heran jika pada tahun 2002 Afhanistan tidak bersedia tunduk kepada Amerika dan anjing-anjingnya yang akan menerapkan hukum demokrasi ala kafir (yang menuhankan suara rakyat) kepada Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;SEBERKAS  HARAPAN YANG TERSISA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=FKlHa-J1vIQ"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Video Mujahidin Afghanistan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menghadapi ancaman yang  bertubi-tubi dan muncul dari segala arah,  masih ada harapan yang  tersisa, yaitu factor-faktor yang membangkitkan  semangat meraih harapan  di dalam jiwa:&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tabiat orang-orang      Afghan yang sangat  unik dan pantang  menyerah, merasa terhormat dan      cintanya untuk  jihad. Umar Hanif  pernah berkata kepada saya: Kami adalah      satu  bangsa, jihad bagi  kami adalah sebuah kebutuhan primer seperti       kebutuhan air bagi  seekor ikan. Dr. Abdul Qodir menceritakan kepadaku,       saya pernah  menyaksikan sebuah perdebatan yang seru dan keras  terjadi      antara  seorang mujahid dan seorang dokter yang memotong  salah satu dari       kakinya karena membeku oleh salju. Mujahid itu  berkata kepada dokter:       kembalikan kakiku seperti semula, karena  kamu telah menghalangiku  untuk      berjihad di Afghanistan       setelah hari ini. Dan pada hari  yang sama saya juga mendapatkan cerita       seperti yang dialami olah  sang dokter. Saya juga masih ingat  ucapan      beliau: Sesungguhnya  berdiam diri di Pesyawar adalah  perbuatan dosa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemenangan demi      kemenangan yang diraih dan ditambah lagi   penaklukan-penaklukan yang      dilakukan oleh bangsa yang sabar semakin   hari semakin meningkat. Beberapa      pengamat mengatakan:  Sesungguhnya  kemenangan yang diraih di dalam      pertempuran yang  sangat sengit  yang dihadapi telah mencapai jumlah tidak      terhitung  pada tahun 1983  M ditambah lagi kemenangan pada tahun 1984 M.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di sana ada pembelaan dari Allah swt. dan      bukti-bukti rabbani   yang saya riwayatkan dengan mendengar secara langsung      dari mulut   orang-orang yang terpercaya. Syekh Jalaluddin Haqqoni      menceritakan   kepadaku, beliau berkata: kira-kira sejak 7 bulan, yaitu Bulan        Syawal tahun 1403 H sampai Jumadil Awwal 1404 H, pesawat-pesawat tempur        menyerbu kami setiap hari dua sampai lima kali. Dan demi Allah,   tidak ada      seorang pun mujahid menjadi korban baik di wilayah yang   kami duduki atau      di wilayah Arsalan, karena kami selalu berdoa,“Ya  Allah, Sesungguhnya kami mengadukan kekuatan kami kepada-Mu dan   lemahnya kemampuan kami menghadapi pesawat-pesawat itu.” Maka Allah swt.   pun memberikan perlindungan-Nya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="560" height="340"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/f1y9bdQsUhw?fs=1&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;rel=0&amp;amp;color1=0x2b405b&amp;amp;color2=0x6b8ab6"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/f1y9bdQsUhw?fs=1&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;rel=0&amp;amp;color1=0x2b405b&amp;amp;color2=0x6b8ab6" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="560" height="340"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Maulawi Halim, komandan Jihad  di Medan, beliau berkata: "saya tidak  melihat pesawat-pesawat yang  menyerbu kami meskipun sekali melainkan  saya melihat di bawah pesawat  itu ada burung yang menyertai. Ketika itu  saya berkata kepada para  mujahidin, telah datang pertolongan Allah swt.  Suatu ketika ada pesawat  tempur jenis ZH1 yang siap menyerbu, lalu saya  berdoa kepada Allah  swt. maka Allah swt. mengirimkan awan yang menutupi  kami dari dari  bahaya pesawat-pesawat tempur."&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;object width="560" height="340"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/UqVRyA0qmew?fs=1&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;rel=0&amp;amp;color1=0x2b405b&amp;amp;color2=0x6b8ab6"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/UqVRyA0qmew?fs=1&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;rel=0&amp;amp;color1=0x2b405b&amp;amp;color2=0x6b8ab6" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="560" height="340"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beliau berkata: "ada 600  tenk yang  menyerbu kami, pdahal saat itu kami tidak memiliki senjata  kecuali 14  granat, tongkat dan pedang. Dan tiba-tiba Allah swt.  menghancurkan  mereka."&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tentara Rusia di sana hidup dengan      penuh keluh  kesah. Suasana  takut selalu mengacaukan pikiran mereka dan       menggoncangkan  jantungnya. Rasa takut, resah dan bahaya yang selalu       mengancam  telah mencabik-cabik persatuan mereka. Salah seorang pemuda  Arab       bernama Abu Ubaidah menceritakan kepadaku, dia mengatakan:  kami pernah       mendatangi parit-parit mereka, kami menemui mereka  sedang menangis       ketakutan, padahal di samping mereka terdapat  senjata yang telah  terisi      oleh peluru. Kemudian kami dengan mudah  menawan mereka.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Berapa banyak dari mereka yang lari ketika mereka mendengar  kalimat  Allahu Akbar. Muhammad Dawud Ghairat, dia adalah komandan jihad  di  Wardak, dia menceritakan kepadaku, kami pernah dikepung oleh  tank-tank  dari segala arah sampai dari udara kamipun dikepung dengan   pesawat-pesawat tempur. Saat itu kami bersama sekelompok besar, namun   saat itu kekuatan musuh lebih besar dari kami. Mereka berjumlah lebih   dari 10.000 bersama ratusan tenk. Mayoritas kami lebih memilih mundur   dan hanya tersisa 20 mujahidin yang memilih mati. 11 mujahid kemudian   gugur sebagai syahid dan tersisa 9 mujahid dengan kondisi terluka   setelah menahan lapar selama dua hari di bulan Ramadhan. Kemudian   beberapa tenk mendekati kami untuk menangkap kami hidup-hidup, maka kami   sepontan berteriak mengucapkan satu kalimat, Allahu Akbar, sehingga   seakan-akan seluruh kota bertakbir. Tiba-tiba tank-tank itu mundur dan   lari tunggang-langgang mendengar kalimat Allahu Akbar.&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Faktor  lain adalah      tabiat bangsa Afghanistan      yang keras  yang telah  Allah swt. tanamkan ke dalam hati mereka. Tabiat itu       membantu  mereka tetap teguh di atas jalan jihad yang penuh dengan       kesulitan  dan kepayahan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Faktor lain lagi      adalah Allah swt. menjadikan bangsa ini   terletak di garis geografis yang      strategis. Di wilayah perbatasan   terdapat wilayah yang sangat luas tak      bertuan. Dari arah Pakistan        ada pemukiman beberapa kabilah yang tidak masuk ke dalam institusi   Negara      manapun. Wilayah tersebut terbentang sepanjang 2.252 Km dan   dari arah Iran      terbentang lebih dari 1000 Km.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bahwasannya kekuatan      mujahidin telah menguasai banyak wilayah   yang sebelumnya dikuasai musuh.      Mujahidin telah mengembangkan   lembaga-lembaga pendidikan dan pengadilan      syariah yang bertugas   mengadili perkara-perkara hudud. Di ibukota Medan terdapat 8.000        mahasiswa yang tersebar di beberapa lembaga pendidikan yang dikelola   oleh      para mujahidin. Demikian pula di seluruh wilayah kekuasaan,   kamu dapat      menemui sekolah-sekolah dan departemen pengadilan di   sana. Bahkan Rusia mengakui kondisi      mujahidin yang demikian. Ada        empat ulama menceritakan kepadaku, mereka adalah Sirajuddin,  Muhammad       Gharib, Abdul ‘Ali dan Ubaidillah, mereka berkata:  Sesungguhnya  Rusia      pernah mengirim muatan logistic. Mereka menyewa  seorang  sopir, kemudian      konfoi itu bertemu dengan mujahidin dan  semua  muatan diambil oleh      mujahidin dan kemudian seorang komandan   memberikan tanda terima. Maka      dengan terpaksa orang Rusia harus   membayar sewa sopir setelah mereka yakin      telah menerima tanda serah   terima barang. Memang harus diakui bahwa ini      adalah sisi positif   dan negative di dalam jihad Afghanistan. Namun semuanya      ada di   tangan Allah swt. tidak ada yang dapat membantah perintah-Nya dan        tidak ada yang dapat mengganti hukum-Nya. Di tangan-Nya-lah segala        kerajaan dan hanya kepada-Nya-lah segala urusan akan kembali.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;“&lt;i&gt;Dan  kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan   kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia,   dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Rabbmu tidak lalai dari   apa yang kamu kerjakan.&lt;/i&gt;” QS. Huud: 123&lt;p&gt;Akankah angan-angan  kaum muslimin untuk meraih kemenangan jihad  Afghanistan dan tegaknya  masyarakat Islam akan terwujud ? itu adalah  urusan Dzat yang Maha  Mengetahui hal Ghaib, yang Maha Mulia lagi Maha  Pengampun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;KABAR GEMBIRA DAN KARAMAH-KARAMAH&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt; DALAM JIHAD AFGHANISTAN&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ABvGOdnFX54/TLE7cBGR7MI/AAAAAAAAAOs/SNZQ9Z7D4XA/s1600/gulbudin-hikmatyar.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 177px; height: 285px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ABvGOdnFX54/TLE7cBGR7MI/AAAAAAAAAOs/SNZQ9Z7D4XA/s320/gulbudin-hikmatyar.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526263570277461186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kisah-kisah  nyata berikut ini mungkin tidak dapat dipercaya dan  mungkin dianggap  hanya sebagai cerita-cerita dongeng. Saya mendengar  kisah-kisah ini  dengan kedua telingaku dari mulut mujahidin yang hadir  menyaksikan  perintiwa tersebut dan saya menulisnya dengan tanganku  sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya  mendengar karomah-karomah ini dari orang yang terpercaya, yang  selalu  berada di medan tempur. Sebenarnya kisah itu sangat benyak sekali  dan  riwayatnya mayoritas mencapai derajat mutawatir. Akan tetapi karena   beberapa keterbatasan yang ada, saya tidak bisa mengkisahkan seluruh   kisah tersebut. Allah swt. berfirman,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;“&lt;i&gt;Dan  Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu),  melainkan  sebagai kabar gembira dan agar hatimua menjadi tentram  karenanya.&lt;/i&gt;”  QS. Al Anfal: 10&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seandainya imam Bukhari masih hidup, saya kira  beliau pasti akan  mencantumkan orang-orang yang menceritakan  kisah-kisah tentang karomah  ini salah satu perowi hadits  kepercayaannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Sekilas Tentang Syuhada’&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ABvGOdnFX54/TNyk7VoRwrI/AAAAAAAAAPw/8PPMeOl-bmc/s1600/mujahid2.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 271px; height: 186px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ABvGOdnFX54/TNyk7VoRwrI/AAAAAAAAAPw/8PPMeOl-bmc/s320/mujahid2.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538482981084185266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jasad para  syuhada tidak berubah dan tidak membusuk. Hadits tentang  topic ini  derajatnya adalah mutawatir, sebagaimana yang dijelaskan oleh  para  ulama fiqih dari madzhab hanafi dan Syafi’i. Disebutkan di dalam  buku “&lt;i&gt;Nihayaty  al Muhtaj ila Syarhi al Minhaj&lt;/i&gt;: 5/131” ditulis  oleh Ramli asy  Syafi’i di dalam &lt;i&gt;Syarhu Ibaroti al Minhaj,&lt;/i&gt; kitab  al ‘Ariyah:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Melainkan  apabila jasad itu telah dikubur, orang yang mengkuburnya  tidak pulang  sampai bekas dari syahidnya hilang.” Kalimat ini  menunjukkan bahwa  jasad nabi dan orang mati syahid pasti tidak  mendapatkan siksa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikian  pula dijelaskan oleh ibnu ‘Abidin al Hanafi di dalam  hasyiyahnya,  kitab jihad:3/238, “Bahwasannya jasad orang yang meti  syahid diharamkan  bagi bumi memakannya.” Akan tetapi saya tidak  mendapatkan satu dalil  yang bersambung sampai kepada rasulullah yang  menunjukkan tidak adanya  siksa yang menimpa jasad orang meti syahid.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diriwayatkan oleh al  baihaqi dengan sanad hasan bahwasannya ketika  mata air di lereng gunung  Uhud yang juga dekat dengan kuburan Hamzah  meluap pada masa Muawiyyah  tahun 46 H, maka jasad umar muncul dan tubuh  beliau belum berubah  (busuk).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Para&lt;/b&gt;&lt;b&gt; Syuhada Afghanistan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Umar  Hanif menceritakan kepadaku ketika berada di rumah Nashrullah  Manshur  –dia adalah komandan tinggi Partai Revolusi Islam– dan Umar  –komandan  militer di Zamrot dan Urjun– di markas kemp Baktia  Afghanistan, dia  berkata:&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Saya belum pernah      melihat seorangpun mati  syahid, jasadnya  berubah atau bau busuk.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya belum pernah      melihat seorangpun mati syahid, jasadnya   dimakan oleh anjing meskipun      anjing-anjing itu memakan jasad   tentara komunis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya pernah      membongkar 12 kuburan setelah berumur 2 atau 3   tahun, dan saya tidak      mendapatkan satupun jasad mereka bau busuk.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya pernah melihat      para syuhada yang berumur lebih dari satu   tahun dikubur, luka mereka tetap      segar dan mengalirkan darah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Imam menceritakan kepadaku, dia berkata: saya melihat jasad  Abdul  Majid yang mati syahid setelah berumur tiga bulan masih seperti  dahulu  dan baunya wangi seperti minyak kasturi.&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Syekh  Muadzdzin      –salah satu anggota dewan musyawarah  organisasai Jihad  Afghanistan–      menceritakan kepadaku, Nashshar  Ahmad mati syahid,  dan selama 7 bulan      tertimbun tanah jasadnya  tidak berubah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abdul Jabbar Niyazi      menceritakan kepadaku: saya melihat 4 orang   mati syahid setelah berumur      3-4 bulan. Tiga orang kondisi  jasadnya  masih sama seperti sedia kala,      bahkan jenggot dan kuku  mereka  semakin panjang. Dan yang satu lagi      sebagian wajahnya sudah  mulai  berubah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Saudaraku Abdussalam mati syahid. Dan setelah berumur dua pekan  kami  mengeluarkan jasadnya, ternyata jasadnya masih seperti sedia kala.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arsalan  menceritakan kepadaku, seorang mahasiswa bernama Abdul Bashir  mati  syahid ketika bersama kami. Pada suatu malam saya mencari jasadnya   bersama seorang mujahid bernama Fathullah. Dia berkata kepadaku bahwa   jasad Abdul Bashir berada di dekatnya, sebab (kata dia) saya mencium bau   wanginya. Kemudian saya juga mulai mencium aroma wangi itu, maka tidak   lama kemudian kami menemukan jasadnya dengan aroma wangi yang semakin   menusuk. Sungguh saya melihat warna darah yang keluar dari bekas  lukanya  di kegelapan malam itu memancarkan cahaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Umar Ya’qub  Bersama Senjata Mesinnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Umar Hanif menceritakan kepadaku,  dia berakta: ada seorang mujahid  bernama Umar Ya’qub, dia seorang yang  sangat merindukan jihad, yang  kemudian mati syahid. Kami mendatanginya  sedang tangannya memeluk  senjata mesin. Kami mencoba melepas senjata  tersebut, namun tidak bisa.  Kami berhenti sejenak, kemudian kami  berkata kepadanya: wahai Ya’qub,  kami adalah saudaramu. Setelah itu dia  mau melepas senjatanya untuk  kami.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Jasad  Sayyid Syah Berada Terdapat Mantel dari Sutra&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Umar Hanif  menceritakan kepadaku, dia berkata: ada seorang mujahid,  dia hafal al  Qur’an, namanya Sayyid Syah. Dia seorang ahli ibadah dan  rajin  melaksanakan shalat tahajut serta memiliki firasat yang tajam  seperti  datangnya waktu subuh. Dia banyak mendapatkan karomah, kemudian  dia  mati syahid. Kami mendatangi kuburnya setelah berumur 1, ½ tahun.  Saya  datang bersama rekan yang lain yang juga komandan tempur, namanya  Nurul  Haq. Kami membuka kuburan Sayyid Syah yang dahulu saya kubur  dengan  tanganku, kami mendapati jasadnya seperti sedia kala kecuali  jenggotnya  yang bertambah panjang. Yang lebih mengherankan lagi, saya  mendapati  di atas tubuhnya tampak mantel dari sutra yang belum pernah  saya  melihatnya di muka bumi ini, sayapun menyentuhnya, ternyata baunya   sangat wangi, lebih wangi dari minyak kasturi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Doa  Mujahidin Dikabulkan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maulawi Arsalan –salah satu mujahidin  yang terkenal di Afghanistan,  dia adalah mujahid yang ditakuti oleh  tentara Rusia, sampai-sampai  mereka mengatakan, dia adalah orang yang  memakan daging manusia–, dia  berkata: suatu ketika kami hanya memiliki  satu granat dan satu senjata  anti tenk, kemudian kami melaksanakan  shalat dan berdoa kepada Allah  swt. agar Dia menghantamkan granat ini  kepada musuh. Saat itu kami  berhadapan dengan 200 tenk dan kendaraan  berat lainnya. Kami melemparkan  granat itu dan tepat mengenai sebuah  mobil yang mengangkut bahan  peledak sehingga mobil itu meledak dan  menghancurkan 86 tenk beserta  mobil panser yang lain. Akhirnya musuhpun  kalah dan kami mendapat harta  ghanimah yang sangat banyak. Dan saya  telah bertemu dengan pemuda yang  melemparkan granat tersebut di Batur.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Burung  Bersama Mujahidin&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Arsalan menceritakan      kepadaku,  dia berkata: kami bisa mengenali  tanda-tanda pesawat-pesawat       tempur musuh akan menyerang kami  sebelum mereka sampai ke wilayah kami       dengan cara melihat  burung-burung yang terbang di atas kemp kami.  Ketika      kami  melihatnya berputar-putar di atas kemp, kami mulai  mempersiapkan       senjata untuk membalas serangan pesawat-pesawat  musuh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jalaluddin Haqqoni      –salah satu mujahid Afghan yang terkenal–   menceritakan kepadaku, dia      berkata: saya telah menyaksikan   burung-burung itu terbang berkali-kali.      Dia datang dan terbang di   bawah pesawat-pesawat musuh melindungi mujahidin      dari   serbuan-serbuan pesawat tempur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abdul Jabbar Niyazi      menceritakan kepadaku, bahwasannya dia   melihat burung-burung itu terbang      di bawah pesawat musuh sebanyak   dua kali.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maulawi Arsalan      menceritakan kepadaku, bahwa dia berkali-kali   melihat burung-burung itu      melindungi kami dari serangan musuh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Qurban Muhammad      menceritakan kepadaku, bahwasannya dia pernah   melihat burung-burung itu      sekali ketika pesawat-pesawat musuh   menyerbu kami dengan ganas –mereka      berjumlah 300 pesawat–, namun   anehnya, tidak ada seorangpun yang terluka,      padahal mereka   (mujahidin) berada di sebuah lapangan yang datar.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Al Hajj Muhammad Jul –salah satu mujahid di Konar– menceritakan   kepadaku, saya melihat burung-burung terbang bersama pesawat tempur   lebih dari sepuluh kali. Burung-burung itu terbang lebih cepat daripada   pesawat, padahal kecepatan pesawat tempur yang kita ketahui adalah tiga   kali lebih cepat dari kecepatan suara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Api Muncul di Seluruh  Tempat&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arsalan menceritakan kepadaku: kami pernah berada di  daerah Syathuri.  Jumlah kami saat itu 25 mujahid. Kami diserbu oleh  2000 pasukan  komunis. Setelah kami bertempur selama 4 jam tentara  komunis kalah,  70-80 tentara komunis tewas dan 26 tentara tertawan.  Kami bertanya  kepada para tawanan: kenapa kalian cepat sekali kalah ?  mereka menjawab:  peluru dan senjata mesin Amerika menyerbu kami dari  empat arah. Arsalan  berkata: kami tidak memiliki peluruh itu dan tidak  pula memiliki  senjata mesin. Kami hanya menggunakan granat lempat dan  menyerbu dari  satu arah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arsalan menceritakan kepadaku: kami  pernah diserbu oleh kira-kira 120  tenk dan mereka juga membawa  kendaraan mobil dengan jumlah banyak.  Tiba-tiba peluru kami habis  sehingga kami hanya bisa pasrah seandainya  menjadi tawanan, namun  kemudian kami kembali kepada Allah swt. dengan  berdoa, tidak lama  kemudian, tiba-tiba bom-bom dan senjata mesin  menyerbu tentara komunis  dari segala penjuru. Akhirnya tentara komunis  kalah, padahal saat itu  tidak ada seorangpun selain kami. Kemudian dia  berkata: itu adalah  malaikat.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Pasukan Berkuda&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arsalan menceritakan  kepadaku, dia berkata: Kami pernah melakukan  penyerangan kepada tentara  komunis di wilayah Urjun. Kami membunuh 500  tentara dan 83 orang  tertawan. Kami bertanya kepada tawanan, kenapa  kalian menyerah dan  tidak dapat membunuh seorangpun dari kami kecuali  hanya satu? tawanan  itu menjawab: kalian menunggangi kuda, ketika kami  melepaskan tembakan,  dia lari sehingga tembakan itu meleset. Saya  berkata: al Qur’an telah  menetapkan bahwa para malaikat itu turun ketika  perang Badar. Allah  swt. berfirman,&lt;/p&gt;&lt;i&gt;Ingatlah),  ketika Rabbmu mewahyukan kepada para malaikat,  “Sesungguhnya Aku  bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang  yang telah  beriman”. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam  hati  orang-orang kafir, maka penggallah kepala-kepala mereka dan  pancunglah  tiap-tiap ujung jari mereka.&lt;/i&gt;” QS. Al Anfal:12&lt;p&gt;Al Qurthubi  menjelaskan ayat berikut di dalam tafsirnya&lt;/p&gt;“&lt;i&gt;ya (cukup), jika kamu  bersabar dan bertaqwa dan mereka datang  menyerang kamu dengan seketika  itu juga, niscaya Allah menolong kamu  dengan lima ribu malaikat yang  memakai tanda.&lt;/i&gt;” QS. Ali Imran:125&lt;p&gt;Dia berkata: Setiap plajurit  yang sabar dan mengharap pahala, maka  malaikat akan datang dan ikut  perang bersama mereka. Karena Allah swt.  telah menjadikan malaikat para  mujahidin sampai hari kiamat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Al Hasan berkata: Mereka berjumlah  5.000, tugasnya menolong  orang-orang beriman sampai hari kiamat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Imam  Muslim meriwayatkan di dalam shahihnya (an Nawawi –  muslim:21/85) Abu  Zamil berkata: Ibnu Abbas menceritakan kepadaku, dia  berkata: ketika  seorang laki-laki mukmin merasakan penderitaan akibat  ulah orang  musyrik di hadapannya. Tiba-tiba ia mendengar suara keras  dari atas  seperti cemeti dan suara penunggang kuda, saraya berkata: saya  datang  wahai Haizun. Maka dia melihat orang musyrik itu jatuh  tersungkur.  Ternyata hidungnya memar dan wajahnya terbelah seperti bekas  pukulan  sebuah cemeti serta tubuhnya berubah mejadi hitam. Kemudian  salah  seorang dari kaum anshar datang menceritakan peristiwa itu kepada   rasulullah saw., beliau bersabda: kamu benar, itu adalah kekuatan yang   datang dari langit ketiga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Muhammad Yasir menceritakan kepadaku  tentang orang-orang komunis,  apabila mereka memasuki desa dengan  tenk-tenknya, mereka akan bertanya  tentang kandang-kandang kuda  ikhwanul muslimin itu berada. Maka penduduk  desa setempat pun heran,  karena mereka tidak mengendarai kuda. Kamudian  mereka berfikir dan  faham bahwa kuda-kuda itu adalah pasukan malaikat.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Peluru Tidak  Habis&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jalaluddin Haqqoni menceritakan kepadaku, mujahidin  memiliki 3-9  butir peluru. Ketika perang dimulai dia menembakkan banyak  sekali butir  peluru, namun peluru itu tidak kunjung habis dan masih  ada dengan jumlah  semula.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Dilindas tank tidak Mati&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Abdul  Jabbar Niyazi menceritakan kepadaku, dia berkata: ada sebuah       tenk  berjalan melindas salah seorang mujahid, namanya Ghulam  Muhyiddin.       Saya melihat dia tidak mati.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;al Hajj Muhammad Yusuf –wakil komandan Lokar– menceritakan        keapadaku, dia berkata: ada sebuah tenk melindas tubuh Badar Muhammad   Jul      dan dia tidak mati dan tidak terluka. Saya berkomentar: tidak   diketahui      apakah dia dilindas di antara roda atau tepat di bawah   roda tenk.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Kalajengking Bersama Mujahidin&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah swt berfirman,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;p&gt;“&lt;i&gt;Dan  tidak ada yang mengetahui tentara Rabbmu melainkan Dia  sendiri.&lt;/i&gt;”  QS. Al Muddatstsir: 31&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Abdushshamad dan Mahbubullah menceritakan  kepadaku: orang-orang  komunis mendirikan perkemahan di dataran Qunduz.  Tiba-tiba mereka  diserbu oleh sekelompok kalajengking. 6 orang disengat  dan tewas, sedang  yang lain melarikan diri.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Ular Tidak Mematuk  Mujahidin &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Umar Hanif menceritakan kepadaku, dia berkata:  Sering sekali ular  datang dan tidur bersama mujahidin di kemp mereka  sejak empat tahun yang  silam. Ular itu tidak mematuk mujahidin.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Bom Tidak Meledak&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jalaluddin  Haqqoni      menceritakan kepadaku, dia berkata: kami  bersama 30  Mujahid menghadapi      serbuan bom-bom dari pesawat tempur.  Semua  bom-bom itu meledak, namun      tatkala ada satu bom yang beratnya  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;+&lt;/span&gt; 54 Kg meluncur ke  hadapan       kami, bom itu tidak meledak. Seandainya bom itu meledak  pasti  kami      terbunuh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abdul Mannan      menceritakan kepadaku, dia berkata: kami bersama   3000 mujahid berada di      satu markas militer, tiba-tiba datang   pesawat musuh dan menjatuhkan &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;+&lt;/span&gt;   300 bom. Namun tidak ada satupun bom itu meledak. Selanjutnya bom-bom   itu      kami pindahkan ke Kuwaitah di Pakistan yang dihuni para   mujahidin.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Tidak Mempan Oleh Peluru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jalaluddin Haqqoni       menceritakan kepadaku, dia berkata: saya  melihat banyak mujahidin  keluar      bersamaku dalam sebuah pertempuran.  Baju-baju mereka robek  oleh peluru,      akan tetapi tidak ada satupun  peluru yang menembus  tubuh mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syekh Ahmad Syarif      menceritakan kepadaku, dia berkata: anak   saya pergi bergabung dalam satu      pertempuran. Baju yang dia pakai   koyak oleh peluru, namun tidak ada      satupun peluru yang melukai   tubuhnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nashrullah Manshur      menceritakan kepadaku, dia berkata: pada   hari ini, 1 April 1982, seorang mujahid      tertembak di kepalanya   sebanyak 10 butir peluru dan 25 butir lainnya      bersarang di bagian   lengannya dan dia tidak mati.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maulawi Beir      Muhammad menceritakan kepadaku, dia berkata: di   sebuah pos penjagaan di      daerah Baktia kami bersama 12 mujahidin   mendapat serangan dari kira-kira      180 kendaraan tenk, mobil panser   dan pesawat tempur. Mereka mengepung kami      di posisi tanah yang   datar. Ketika kami diserbu, kami berusaha keluar dari      medan   pertempuran (yang kurang menguntungkan itu) dengan baju yang        tercabi-cabik oleh peluru, akan tetapi kami tidak terluka, bahkan kami        dapat membunuh 160 tentara komunis dan menghancurkan 3 tenk dan   hanya dua      orang mujahid syahid.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya melihat dengan      kedua mataku tempat peluru itu bersarang di   baju Jalaluddin Haqqoni di      bagian dadanya, namun dadanya tidak   terluka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jalaluddin Haqqoni      menceritakan kepadaku, dia berkata: sungguh   ada bom jatuh di bawah kedua      kakiku dan meledak, akan tetapi   ledakan itu sama sekali tidak melukai      tubuhku.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Arsalan menceritakan      kepadaku, dia berakta: sebanyak dua kali,   bom itu jatuh di bawah kedua      telapak kaki dan meledak, akan tetapi   ledakannya tidak melukaiku.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Cahaya Terang Memancar dari Tubuh Syuhada&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Abdul  Mannan      Muhammad –seorang komandan di Helmand, barat  Kandahar–  menceritakan      kepadaku, dia berkata: kami bersama 600  mujahid dan  tentara Kafir      berjumlah 6000 tentara Rusia. Mereka  membawa 600  tenk dan 45 pesawat.      Mereka menyerbu kami hingga 18  hari. Hasil  dari pertempuran itu, 33      mujahidin mati syahid. Dan  kerugian  musuh, 450 tentara tewas, 36 tentara      tertawan, 30 tenk  hancur dan 2  pesawat tempur jatuh.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Waktupun berlalu dan tibalah musim panas. Jasad syuhada tidak  satupun  yang membusuk. Di antara syuhada itu ada yang bernama Abdul  Ghafur bin  Din Muhammad. Dari tubuhnya memancarkan cahaya ke langit  setiapmalam.  Cahaya itu disaksikan oleh seluruh mujahidin.&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Umar  Hanif      menceritakan kepadaku, dia berakata: pada Bulan  Februaari  1982, setiap      malam, setelah waktu shalat isya, muncul  cahaya yang  berputar-putar di      halaman selama beberapa saat kemudian   menghilang.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Seluruh Kemp Hancur Kecuali Gudang Senjata&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jalaluddin  Haqqoni menceritakan kepadaku: Sejak empat tahun yang lalu  dua pesawat  tempur terus menghujani kami dengan peluru, hampir seluruh  rumah  hancur atau terbakar, demikian juga markas militer, namun gudang   senjata tidak ada yang hancur atau terbakar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah swt. berfirman,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“&lt;i&gt;Berapa banyak terjadi  golongan yang sedikit dapat mengalahkan  golongan yang banyak dengan  izin Allah.&lt;/i&gt;” QS. Al Baqoroh:149&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jalaluddin Haqqoni  menceritakan kepadaku karomah yang terjadi dari  dua pertempuran,  padahal banyak pertempuran yang terjadi:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertama: perang di masa  pemerintahan Taraki dan kedua: Perang pada  tahun 1982 M.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Pertama:  Perang di masa pemerintahan Taraki&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jalaluddin Haqqoni  menceritakan kepadaku, dia berkata: problem yang  paling besar yang kami  hadapi pada masa pemerintahan Taraki adalah  kekuatan tenk. Karena saat  itu kami tidak memiliki senjata anti tenk,  yaitu senjata P2P7. Maka  kami mengumpulkan harta kami sedikit demi  sedikit untuk membeli senjata  tersebut, namun kami tidak mendapatkan  barang itu. Jumlah kami saat  itu adalah &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;+&lt;/span&gt; 350  mujahid. Suatu hari tentara Taraki yang  berjumlah ribuan lengkap dengan  senjata perangnya, seperti roket,  senjata mesin dan kendaraan tenk  datang menyerbu, dan terjadilah  pertempuran yang sengit antara kami  melawan mereka. Pertempuran itu  terjadi selama dua hari setengah. Musuh  akhirnya kalah dan kami mendapat  harta rampasan termasuk senjata anti  tenk P2P7, roket, senjata mesin, 8  buah tenk, 1000 tawanan musuh dan  setiap tawanan mambawa satu senjata  klashinkov.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Kedua:  Pertempuran Tahun 1982 M.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jalaluddin Haqqoni berkata: kami  berjumlah 59, diserbu oleh kekuatan  yang terdiri dari 220 tenk, mobil  panser, pesawat tempur dan didukung  oleh 1500 tentara –jumlah ini  diketahui dari pengakuan musuh yang  ditawan–, akhirnya dari pertempuran  dahsyat itu mendapatkan harta  ghanimah 54 tenk hancur, 150 tentara  komunis tewas dan 100 orang  luka-luka. Kami mendapat harta rampasan  senjata anti pesawat, beberapa  senjata mesin Jerinov, 7 pucuk senjata  Klashenkov, satu buah senjata  roket 66mm, 280 peluru roket dan 36.000  butir peluru.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Perang Di utara Kota Kabul Setelah Tentara Rusia  Masuk Ke  dalam Kota&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Al Hajj Muhammad menceritakan kepadaku:  jumlah mujahidin 120, tentara  Rusia 10.000 beserta 800 tenk dan 25  pesawat tempur. Hasilnya, 450  tentara Rusia tewas 130 di antara mereka  berasal dari Malaysia, 150 tenk  hancur dan 11 mobil dengan muatannya  yang berisi amunisi dan bom  ranjau.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Pertempuran Kedua Setelah  Satu Bulan Pasca Perang Di Utara  Kota Kabul&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Muhammad Jull  menceritakan kepadaku, jumlah mujahidin 500 dan jumlah  musuh lebih dari  10.000 tentara dengan perlengkapan perangnya (tenk).  Namun akhirnya  kami dapat membunuh –dengan izin Allah swt.– 1100  tentara. Satu bulan  kemudian, wilayah tersebut menjadi bau busuk mayat  tentara kafir.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Jasad  Mayajul dan Seikat Bunga Mawar&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Muhammad Yasir menceritakan  kepadaku, salah satu pengawal syekh  Sayyaf bernama Adil Mayajul –juga  salah satu komandan umum di kemp  Baghlan–, dia mati syahid pada Bulan  Rabiu ats Tsani tahun 1420 H. ‘Adil  adalah salah satu generasi pertama  putra harokah islamiyyah dan dia  juga seorang komandan terkenal. Ketika  dia syahid, putra-putra dari  kabilahnya (kabilah Ahmad Zay), yang  berjumlah seratus ribu keturunan  bersedih. Mereka yang merasa  kehilangan ‘Adil selalu menangis. Suatu  ketika di satu malam saudaranya  bangun dan berwudhu, lalu shalat dan  berdoa kepada Allah swt.,  seadainya ‘Adil mati syahid perlihatkanlah  tanda-tanda kesyahidannya.  Kemudian dia tidur, tiba-tiba sesuatu jatuh …  maka keluarganya  cepat-cepat mengambil lampu dan menyinari benda yang  jatuh itu.  Ternyata adalah seikat bunga mawar yang sangat indah dan  tidak ada  bandingannya. Di dalam bunga itu terdapat cairan mengalir  seperti madu  yang mengeluarkan aroma wangi yang menyebabkan ruangan  menjadi harum.  Mereka mengumpulkan keluarganya dan memperlihatkan bunga  mawar itu  sebagai bukti karomah. Kemudian mereka berkata: pada pagi hari  kami  memperlihatkan bunga itu kepada Muhammad Yasir dan dia  meletakkannya di  dalam mushhaf al Qur’an. Dan di pagi hari berikutnya  bunga mawar itu  tidak ada lagi di dalam mushhaf al Qur’an.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Mujahidin  Mengantuk&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah swt. berfirman&lt;/p&gt;“(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu  mengantuk sebagai suatu  penentramanan daripada-Nya, dan Allah  menurunkan kepadamu hujan dari  langit untuk menyucikan kamu dengan  hujan itu dan menghilangkan dari  kamu gangguan-gangguan syaitan dan  untuk menguatkan hatimu dan  memperteguh dengannya telapak kaki(mu).”  QS. Al Anfal:11&lt;p&gt;Disebutkan di dalam mukhtashar Ibnu Katsir milik  ash Shabuni:2/90,  Abu Thalhah berkata: saya adalah salah satu orang  yang pernah mengantuk  di perang Uhud. Berkali-kali pedang saya jatuh.  Setiap pedang itu jatuh  saya mengambilnya, demikian seterusnya. Dan  saya melihat mereka  berputar-putar di bawah naungan perisainya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Al  hafizh Abu Ya’la berkata dari Ali ra. dia berkata: pada perang  Badar  tidak ada yang menunggang kuda kecuali al Miqdad. Dan kami semua   tertidur kecuali rasulullah saw. yang melaksanakan shalat di bawah   pohon, dia menagngis sampai pagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Abdullah bin Mas’ud berkata:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mengantuk  ketika perang adalah keamanan dari Allah swt. Dan  mengantuk ketika  shalat adalah dari syetan.”&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Arsalan Mengantuk&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Maulawi  Arsalan menceritakan kepadaku, bahwasannya      dia  mengantuk Ketika  terjadi pertempuran di Syahiko selama 10 menit,       padahal berbagai  jenis bom menjurus kepadanya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abdurrahman menceritakan kepadaku, di dalam      peristiwa perang di   Depki beberapa tenk dan kendaraan perang lainnya yang      berjumlah   150-200 menyerbu kami. Akibat banyaknya bom meledak yang bising      itu   pendengaran para mujahidin sedikit terganggu selama dua atau tiga        hari. Kemudian kami tertidur ketika terjadi pertempuran dan kami  bangun       dengan perasaan sangat nyaman. Kemudian salah seorang  mujahid  melempar      sebuah tenk dan terbakar, dan sebagian percikan  apinya  menimpa kendaraan      mobil yang mengangkut bahan peledak, maka  mobil  itupun ikut meledak.      Pertempuran itu berakhir dengan hasil,  dari 7  mobil yang ada 5 darinya      menjadi barang rampasan perang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abdullah –pengawal pribadai Hekmatyar– menceritakan      kepadaku,   dia berkata: saya tertidur beberapa kali ketika terjadi perang,        maka saya menyimpulkan, ini adalah keamanan dari Allah swt. dan   nikmat-Nya      yang Dia anugerahkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abdurrasyid Abdul Qohhar menceritakan kepadaku di      Baghman, dia   berkata: saya menyaksikan tiga kali rasa kantuk yang menimpa      para   mujahidin ketika tentara Rusia melancarkan serangan. Mereka tertidur        selama 2 hingga 3 menit. Setelah tersadar mereka bangkit dengan   semangat      baru dan dapat mengalahkan tentara Rusia.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;ALLAH  MELINDUNGI PARA MUJAHIDIN&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah swt.  berfirman,&lt;/p&gt;“Sesuatu  yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah,  sebagai  ketetapan yang telah ditentukan waktunya.” QS. Ali Imran:145 “Berkata Ya’qub:”Bagaimana aku akan  mempercayakannya (Bunyamin)  kepadamu, kecuali seperti aku telah  mempercayakan saudaranya (Yusuf)  kepada kamu dahulu”. Maka Allah adalah  sebaik-baik Penjaga dan Dia  adalah Maha Penyayang diantara para  Penyayang.” QS. Yusuf:64&lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;Akhtar Muhammad terlindas oleh tank&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Muhammad Munjil menceritakan kepadaku di Ghazni, dia berkata:  saya  melihat dengan mata kepalaku sebuah tenk berjalan di atas tubuh  Akhtar  Muhammad dan dia tidak mati. Ketika tentara Rusia tahu dia belum  mati,  mereka kembali melindasnya dan dia tidak mati juga. Kemudian  mereka  mengambilnya bersama dua orang mujahidin yang lain dan  menembaknya  dengan tiga senjata mesin dan dia belum mati juga, namun  dua mujahid  yang lain mati syahid. Ketiganya tersungkur dan setelah itu  mereka  menimbunnya dengan tanah. Setelah tentara komunis itu pergi  Akhtar  Muhammad bangun dan kembali bergabung bersama mujahidin. Dia  bisa  menikmati hidup dan berjihad kembali.&lt;/p&gt;&lt;ul style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;li&gt;Nashrullah  tertembak oleh dua butir peluru dan kedua      peluru itu  jatuh ke  dalam sakunya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Muhammad Munjil menceritakan kepadaku, Nashrullah –salah satu  mujahid  di Ghazni– menceritakan kepadaku: dia tertembak oleh dua butir  peluru,  namun tidak melukai tubuhnya malah peluru itu jatuh ke dalam  sakunya.  Kami memperlihatkan kepada mujahidin yang ada dan mereka  membenarkannya.&lt;/p&gt;&lt;ul style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;li&gt;Hadhrat Syah      Tertembak oleh peluru di  bagian matanya dan dia  tidak buta&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Arsalan menceritakan kepadaku, dia berkata: Hadharat Syah  tertembak  oleh peluru doska di bagian matanya, namun dia tidak buta,  hanya saja  matanya memerah.&lt;/p&gt;&lt;ul style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;li&gt;14 bom Napalm      meledak&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Muhammad Naim –komandan di wilayah Baghman menceritakan  kepadaku, dia  berkata: sebuah pesawat menjatuhkan 14 bom, semuanya  meledak -13 di  antaranya sangat dekat dengan dirinya– namun ledakan itu  tidak  menyebabkan seorangpun terluka.&lt;/p&gt;&lt;ul style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;li&gt;Tubuh Mujahidin       tidak mempan oleh Peluru&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Saya (Abdullah Azzam) melihat dengan kedua mataku baju gamis  Khaja  Muhammad terbakar (tercabik-cabik) oleh ledakan bom mortir.  Ledakan itu  meninggalkan lima lobang besar, namun ledakan itu tidak  melukai tubuh  mujahidin kecuali satu orang saja.&lt;/p&gt;&lt;ul style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;li&gt;Tiga orang  mujahid      di dalam kemah yang terbakar tidak terluka  sama sekali&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Ibrahim menceritakan kepadaku, dia adalah saudara laki-laki  kandung  Jalaluddin, pada tanggal 8 Maret 1983 M dua peluru roket jatuh  membakar  sebuah kemah di sembilan tempat. Kemah tersebut dihuni oleh  tiga orang,  namun tidak ada seorangpun yang terluka.&lt;/p&gt;&lt;ul style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;li&gt;Bajuku  terbakar dan      20 orang lainnya juga terbakar, namun tidak  ada  seorangpun yang terluka.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Ibrahim menceritakan kepadaku, dia berkata: pada tanggal 20  Sya’ban  1402 H, di sebuah pertempuran Bajai, Khausat dan Baktia,  beberapa bom  jatuh kepada kami dan meladak. Maka kami terkejut celanaku  terbakar,  demikian juga saya melihat celana Ibrahim terbakar akibat  ledakan bom  tersebut, namun celana itu masih melekat dan tubuhpun tidak  terluka.  Mayoritas yang hadir pada saat itu, tali pinggang sebagian  mereka  terbakar dan putus, demikian pula baju mereka. Akan tetapi tidak  ada  seorangpun yang terluka.&lt;/p&gt;&lt;ul style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;li&gt;Mobil Ibrahim      Melindas  ranjau dan tidak meledak, padahal ketika  ranjau itu dilindas oleh       tenk seketika itu meledak&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Ibrahim menceritakan kepadaku: kami bersama 30 mujahid di  Zarmut.  Musuh saat itu 300 tentara dengan tenk dan panser namun musuh  dapat  dikalahkan. Kami pun mendapat harta rampasan yang terdir atas dua   senjata mesin, 300 granat dan bom, 30.000 butir peluru dan 6 buah   klashenkov. Kami menaruh bahan-bahan peledak di sebuah mobil yang   dikendarai oleh Muhammad Rasul dan saya berada di sampingnya. Lalu kami   menelindas sebuah ranjau dan tidak meledak. Namun ketika sebuah tenk   menelindasnya ranjau itu meledak.&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Saya melihat dengan       kedua mataku sebuah bom dari senjata RPJ  tertembak oleh sebutir peluru,       padahal bom itu sedang dibawa oleh  seorang mujahid, namun ledakan  itu tidak      melukainya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Fathullah      menceritakan kepadaku, sebutir peluru  membakar saku  baju Zargon Syah,      ketika itu pula sebuah kaca cermin  pecah dan  sebuah buku tulis terbakar,      namun semuanya tidak  melukai tubuhnya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Fathullah      menceritakan kepadaku, ada sebuah pesawat  menjatuhkan  bom dan membakar      sebuah perkemahan, namun api itu  tidak membakar  para mujahidin yang berada      di dalam kemah itu.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sebuah bom meledak      di antara dua orang laki-laki  bernama  ‘Aqlullah dan di sampingnya      Abdurrahim, namun ledakan itu  tidak  melukai keduanya. Dan komandan      Abdurrahman juga menceritakan   kepadaku kisah ini.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Beberapa ranjau      meladak di bawah tank yang ditunggangi  oleh  mujahidin, namun tidak melukai      mereka kecuali hanya sorban  mereka  saja yang terbang.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Fathullah masuk ke sebuah tenk bersama Ibrahim untuk menaklukan   benteng Bary, tiba-tiba ada ranjau meledak dari bawah tenk dan sorban   mereka terbang, namun tubuh mereka tidak terluka sama sekali.&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Abdurrahim       menceritakan kepadaku, dia berkata: saya melihat  seorang perwira  Sayyid      Abdul ‘Ali keluar dengan baju terbakar  akibat tembakan  peluru, namun      tubuhnya tidak terluka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maulawi Yordal      –komandan di wilayah Wardak– menceritakan   kepadaku, ada 8 pesawat tempur      menyerbuku ketika saya melintasi   jalan di antara dua desa yang jaraknya      kira-kira 10 Km, namun   serangan pesawat-pesawat itu tidak melukai tubuhku      dan saya melihat   pilot pesawat itu serta saya tetap menenteng senjataku.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;KARAMAH  PARA SYUHADA’&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;1. Bau wangi para syuhada&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bau  wangi darah para syuhada sangat dikenali oleh mujahidin dan  mereka  dapat mencium bau tersebut dari jarak yang jauh. Allah swt.  berfirman,&lt;/p&gt;“&lt;i&gt;Tatkala  kafilah itu telah keluar (dari negeri Mesir) berkata  ayah  mereka:”Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak   menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)&lt;/i&gt;.” QS. Yusuf: 94&lt;p&gt;Ibnu  Katsir berkata:  yaitu keluar dari mesir dan  Ya’qub  ‘Alaihissalam berada di Pakistan.&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Arsalan menceritakan  kepadaku: saya mengetahui bau wangi itu pada  malam hari yang gelap  gulita di tempat syahidnya Abdul Bashir.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bau wangi mayat Walijan dapat tercium dari jarak 2,5 Km. Ibrahim,   saudara kandung Jalaluddin, bercerita kepadaku, dia berkata: saya pernah   berkata kepada salah seorang di sampingku, ini adalah bau wangi orang   mati syahid, karena darah syuhada memiliki bau wangi yang khas dan suci   yang dapat kami kenali, dan saat itu kami belum tahu jika daerah  adalah  tempat syahidnya salah seorang mujahidin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Khoyyal dapat mengetahui suatu tempat salah seorang yang mati syahid   dari bau wanginya. Saya pernah mencium bau yang sangat wangi. Maka  saya  berkata kepada temanku, Aqluddin, di tempat ini pasti ada seorang  yang  pernah mati syahid. Lalu saya bertanya kepada penduduk setempat  dan  mereka menjawab bahwa memang di tempat ini ada seorang yang mati  syahid.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bau wangi dari minyak wangi mungkin hanya bertahan sampai satu   pekan, namun bau wangi orang mati syahid masih terasa wangi hingga lebih   dari tiga bulan. Nashrullah Manshur menceritakan kepadaku, dia  berkata:  Habibullah, yang mendapat sebutan Yaqut, dia menceritakan  kepadaku, dia  berkata: Saudaraku mati syahid, setelah tiga bulan, ibuku  bermimpi  bahwa dia berkata, seluruh lukaku sembuh, kecuali luka di  kepala. Maka  ibuku ingin membuktikannya. Diapun menggali kuburnya –yang  berada dekat  dengan kuburan yang lain–, setelah lubang kubur itu  tampak, demikian  pula kuburan yang ada di sampingnya, kami melihat ada  seekor ular berada  di atas mayat, lantas ibuku berkata: jangan kamu  gali lagi. Saya  berkata: Sesungguhnya saudaraku itu mati syahid, tidak  mungkin kita  mendapati ada ular. Setelah kami dapat menggalinya,  tiba-tiba mayat itu  mengeluarkan bau wangi hingga menusuk hidung dan  hampir saja kami tidak  sadarkan diri karena bau yang sangat wangi. Kami  mendapatkan luka di  bagian kepalanya mengeluarkan darah, lalu ibuku  menyentuhnya dan karena  itulah jarinya menjadi wangi dan selalu wangi  hingga tiga bulan  kemudian, sampai sekarang, jarinyapun masih bau wangi  seperti minyk  kasturi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Muhammad Syirin menceritakan kepadaku, dia berkata: ada 4 mujahidin   bersama kami yang gugur sebagai syahid di suatu tempat yang disebut   Botwardak. Setelah empat bulan, kami masih mencium bau wangi seperti   minyak kasturi dari mayat mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Muhammad Syirin menceritakan kepadaku, saya melihat Abdul Ghayyats   setelah tiga hari dari syahidnya, dia duduk bertinggung (mengangkat   lututnya hingga menempel ke perut), kami mengira dia masih hidup.   Sayapun mendekatinya dan menyentuhnya, lalu dia berbaring terlentang   seperti semula.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;2. Para syuhada tidak mau melepas senjata mereka&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;a.  Mir Agha, yang mati syahid di Lokar, dia enggan melepas pistolnya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zubair  Mir Alam menceritakan kepadaku, dia berkata, dia mati syahid  dengan  menggenggam pistolnya. Beberapa mujahid datang dan berusaha  mengambil  pistol tersebut, namun dia enggan melepasnya. Ketika mayat Mir  Agha di  bawa ke rumahnya, sang ayah, Qadhi mir Sultan berkata  kepadanya: Wahai  anakku, pistol ini bukan milikmu lagi, namun ini adalah  milik  mujahidin. … lalu pistol itu dilepasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;b. Asy Syahid Sultan  Muhammad enggan melepas senjata Klasincov di  Lokar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zubair Mir  Alam menceritakan kepadaku, dia berkata: pada Bulan  Februari tahun 1983  seorang tentara Rusia berusaha berkali-kali melepas  senjata klasincov,  namun tidak berhasil. Kemudian mereka kesal dan  mengambilnya dengan  cara memotong tangannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;c. Muhammad Syirin menceritakan kepadaku,  dia berkata: bahwasannya  Muhammad Ismail dan Ghulam Hadharat enggan  melepas senjatanya setelah  dia mati syahid.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;3. Para Syuhada  Tersenyum&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;a. Arsalan menceritakan kepadaku, dia berkata: Abdul  Jalil adalah  seorang mahasiswa yang shaleh, dia terkena lemparan  geranat dari serbuan  pesawat udara dan beliaupun syahid. Setelah  jenazahnya dishalatkan  –karena menurut madzhab hanafiyah, orang mati  syahid harus dishalatkan–,  ketika itu waktu ashar, mereka mengantarkan  jenazah ke rumah orang  tuanya dan tidak dikuburkan hingga pagi hari.  Beberapa mujahidin yang  menunggunya membuka kain yang menutup mukanya  dan terlihat oleh mereka  Abdul Jalil tersenyum. Mendengar hal itu  mujahidin yang lainpun ingin  melihatnya, mereka berkata: Abdul Jalil  belum mati. Arsalan berkata: dia  sudah syahid. Mereka berkata lagi: dia  tidak boleh dikubur sampai kita  yakin bahwa dia telah mati sejak  kemarin sore dan kita harus mengulangi  shalat jenazahnya. Arsalan  berkata: dia itu sudah mati sejak kemarin  sore, ini adalah salah satu  karomah orang yang mati syahid.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;b. Hamidullah tersenyum&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Muhammad  Umar, dia adalah komandan tinggi Baghman, dia menceritakan  kepadaku,  dia berkata: Hamidullah mati syahid bersama kami. Ketika  mengkuburkan  mayatnya kami mendengar dia tertawa. Saya pun tidak  percaya, lalu saya  keluar dari lubang kubur dan saya mengusap  berkali-kali mataku, mungkin  ini adalah mimpi, ternyata itu adalah  kenyataan.&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Fathullah,  dia adalah komandan besar di Haqqoni, dia menceritakan  kepadaku, dia  berkata: saya menyaksikan syahidnya Shahbat Khan setelah  empat hari  dikubur, dia tersenyum. Lalu saya bersama mujahidin yang lain  penasaran  dan menggali kuburnya. Khairullah berkata: sungguh saya  melihat dia  memandang ke arah kami.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;4. Tubuh Para Syuhada Tidak Membusuk&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;a. Maulawi  Abdul Karim menceritakan kepadaku, dia berkata: saya  melihat sekitar  1200 orang mati syahid. Saya tidak melihat satupun dari  tubuh mereka  berubah, dan saya juga tidak melihat seorangpun dari tubuh  mereka yang  dimakan oleh gerombolan anjing pada saat mereka memakan  tubuh mayat  orang-orang komunis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;b. Fathullah menceritakan kepadaku, dia  berkata: seorang mujahid  menceritakan kepadaku, dia berkata: saya punya  seorang teman, namanya  Hakim, dia pernah berkata: kami pernah  mengeluarkan jasad Tamir Khan  yang syahid setelah empat bulan  dimakamkan. Tubuhnya tidak berubah dan  darahnya masih mengalir dengan  semerbak bau wangi minyak kasturi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;c. Jalaluddin menceritakan  kepadaku di Jadran – Baktia, dia berkata:  saya tidak melihat seorang  pun dari tubuh orang yang mati syahid itu  menjadi makanan anjing. Saya  pernah melihat jasad Jalab yang tergeletak  selama 25 hari –dan di  sekitar jasad beliau tergeletak banyak jasad  orang-orang komunis–,  gerombolan anjing itu memakan jasad orang-orang  komunis, namun tidak  menyentuh jasad Jalab yang mati syahid.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;DOA  MUJAHIDIN DAN PERTOLONGAN ALLAH&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Amunisi  mujahidin      habis, maka Allah swt. memberi kemenangan  kepada  mereka.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Yordal menceritakan kepadaku di daerah Jagtowardak, dia berkata,  kami  bertempur melawan tentara komunis selama tujuh hari hingga  persediaan  peluru kami habis pada hari ketujuh. Pada malam itu  pertempuran terjadi  dan tentara komunis mendapat serangan dari tiga  penjuru –kami tidak tahu  dari mana letupan api itu berasal–tentara  kafir pun terheran-heran  menyaksikan jenis senjata yang ditembakkan ke  arah mereka. Sebab mereka  juga tidak melihat janis peluru itu  sebelumnya. 500 orang kafir tewas,  23 di antara mereka adalah perwira  tinggi. Selain mereka ada yang lari  dan sebagian lagi lari dengan  menawan beberapa orang muslim. Ketika  mereka bertanya kepada  tawanannya, dari mana kalian mendapatkan peluru  itu, kami belum pernah  melihat jenis peluru itu sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Saidurrahman       menceritakan kepadaku di Baghman, dia berkata:  kami pernah kehabisan  air      di gunung Waijal sehingga kami kelelahan  dan tidak mampu  melanjutkan      perjalanan. Maka kami bertanya kepada  komandan semoga  dapat mendaptkan      air. Mereka pun menjawab, di  gunung ini tidak ada  air. Kemudian kami      berdoa kepada Allah swt.,  tiba-tiba tidak jauh  dari tempat kami      beristirahat air memancarkan  dari salah satu  bebatuan besar. Lalu kami      yang berjumlah 45 mujahid  menikmati air  tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Khayyal Muhammad,      menantu Jalaluddin Haqqoni, menceritakan   kepadaku, dia berkata: jumlah      kami seluruhnya ada 60 orang yang   terbagi di dua tempat yang berbeda. Satu      tempat berjumlah 20   mujahid dan di tempat lain berjumlah 40 mujahid.      Kemudian datang   musuh yang berjumlah kira-kira 1300 tentara dengan 80      kendaraan   tempur. Saya berdiri dan berdoa kepada Allah swt. mengucapkan:&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;“Dan  tidaklah kamu itu yang melempar pada saat kamu melemparnya, akan  tetapi  Allah-lah yang melemparnya.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah itu saya mengambil sebilah  tongkat dan saya mengucapkan  “Muka-muka yang jelek” kemudian  melemparkan tongkat tersebut ke arah  tenk-tenk musuh dan tenk itu  terbakar. Peristiwa ini terjadi setelah  shalat zhuhur. Tenk pertama  yang datang jatuh dari jembatan setelah  dilempar dengan senapan mesin  kosong oleh mujahidin. Kemudian yang lain  melemparnya dengan granat  kecil yang jatuh di samping tenk. Melihat hal  itu, orang-orang kafir  yang mengendarai tenk itu mengira bahwa ada  granat di bawah kendarannya  sehingga merekapun mengarahkan kendaraan ke  tepi jalan, namun sayang,  mereka terjebak oleh tanah yang gembur  sehingga kendarannya  terperangkap dan tenk-tenk yang lainpun menutup  jalan. Tentara kafir  akhirnya turun dari kendaraan dan menyerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harta ghanimah yang  diperoleh adalah : 7 senjata mesin, 21 senjata  RPJ, 1600 klasincov, 7  senjata mesin 82mm, 26.000 peluru, 25 mobil  panser dan sisanya kami  bakar beserta beberapa senjata mesin lainnya.&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Abdurrahman       menceritakan kepada kami, dia adalah komandan  mujahidin di Batur, dia       berkata, ada 800-1200 musuh beserta 58 tenk  dan mobil. Saat itu  kami      berjumlah 30 orang laki-laki. Pertempuran  terjadi selama tiga  hari. Pada      hari ke-3, kami hanya memiliki 5  peluru… ketika datang  waktu shalat zhuhur      kami berkata: kita tidak  bisa lagi menahan  serang musuh. Setelah kami      melakukan shalat  zhuhur, kami berdoa.  Akhirnya kami bertahan di benteng      dan menembak  mobil-mobil musuh  –dengan izin Allah swt.– mobil itu      terbakar.  Tentara musuh  akhirnya lari dan sebagian mereka menyerah. Harta       ghanimah yang  diperoleh adalah: 5 kendaraan tenk, senjata mesin, 30  mobil,      16  roket dengan jarak tempuh 9 Km dan senjata klashenkov  yang jumlahnya       tidak terhitung.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(255, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;KARAMAH-KARAMAH MUJAHIDN YANG LAIN&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Air keluar di wilayah Jardak&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekelompok dari  orang-orang afghanistan ada yang tinggal di daerah  Jardak,  Pakistan.  Tiba-tiba air keluar di daerah tersebut sehingga  daerah itu menjadi  daerah hijau (subur). Kamudian orang-orang Pakistan  merampasnya dan  mengusir orang-orang Afghan itu, maka setelah mereka  diusir daerah  tersebut berubah menjadi kering kembali.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Awan tipis menutup  gunung yang menjadi markas mujahidin&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jalaluddin Haqqoni  menceritakan kepadaku, dia berkata: di masa  pemerintahan Taraqi, kami  tidak bisa menyalakan api di gunung yang  menjadi markas kami, karena  apabila mata-mata musuh melihat kumpalan  asap mereka akan melaporkan  kepada pihak pemerintah. Maka Allah swt.  mengirimkan awan di atas  gunung selama satu tahun sehingga asap api pun  tidak terlihat karena  diselimuti oleh awan.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Semua anggota keluarga mujahidin yang  bergabung jihad tidak  berada di Afghanistan &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jalaluddin  Haqqoni menceritakan kepadaku, dia berkata: pada masa  pemerintahan  Taraki, apabila mereka mendapatkan ada seorang mujahid yang  mati  syahid, maka mereka akan membunuh seluruh anggota keluarganya. Dan  dari  seluruh anggota mujahidin yang bergabung di dalam jihad, seluruh   anggota keluarga mereka telah hijrah dari bumi Afghanistan. Ini adalah   anugerah dari Allah swt.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Burung Bersama Mujahidin&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cerita  tentang burung ini diriwayatkan secara mutawatir.  Burung-burung itu  datang terlebih dahulu sebelum pesawat-pesawat tempur  musuh, sehingga  mujahidin akan mengetahui jika pesawat-pesawat tempur  tersebut akan  datang. Dan ketika pesawat itu datang, burung-burung itu  terbang di  bawah pesawat tempur dengan kecepatan yang sama. Padahal kita  tahu  bahwa kecepatan pesawat tempur adalah dua atau tiga kali lebih  cepat  dari kecepatan suara. Para mujahid memiliki firasat yang sama  bahwa  apabila burung-burung itu ikut serta, maka itu artinya kerugian  yang  akan menimpa lebih sedikit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan seorang mujahid bernama Muhammad  Karim menceritakan kepadaku  bahwa dia melihat banyak sekali burung. Dia  berkata: saya melihatnya  lebih dari 20 kali,… Jalaluddin Haqqoni  berkata: saya melihat kejadian  seperti itu berkali-kali…. Arsalan  berkata; saya melihat peristiwa itu  berkali-kali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain mereka  adalah Muhammad Syirin, Maulawi Abdul Hamin, Alam Jalla  Fadhlu  Muhammad, Ja’an Muhammad, Khiyar Muhammad, Wazir Bad Syah,  Sayyid Ahmad  Syah dan Ali Jaan.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Awan Tipis Melindungi Mujahidin &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Muhammad  Yasir menceritakan kepadku, dia berkata: saya pernah berada  dekat  dengan medan pertempuran, di mana pesawat-pesawat Rusia menyerbu   mujahidin di wilayah terbuka. Kami berdoa kepada Allah swt., setelah itu   tiba-tiba muncul debu hitam memenuhi bumi pertempuran, akhirnya   mujahidin selamat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Abdul Karim Abdurrahim menceritakan kepadaku,  dia berkata: suatu  ketika ada dua buah tenk mendekat dan mengarahkan  moncong meriamnya ke  arah kami. Mereka ingin menangkap kami  hidup-hidup, maka kami berdoa  kepada Allah swt. tiba-tiba debu hitam  beterbangan memenuhi wilayah  sekitar dan dengan karunia Allah swt. kami  dapat selamat.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;b&gt;Beberapa Tank Hancur Tanpa Ada Perlawanan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Al  Qadhi (Abu ath Thahir al Badgesi) pernah bersumpah kepadaku, dia   berkata: kami berjumlah 300 mujahid dan kami hanya memiliki kira-kira 15   granat saja. Kami mendapat serangan dari kekuatan 40 tenk dan 15   mobilpanser. Orang-orang komunis itu kalah setelah semua kendaraan   tiba-tiba hancur dan hanya tersisa dua kendaraan yang mengangkut   pasukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika orang-orang komunis, yang tertawan, ditanya sebab  mereka  hancur, mereka menjawab, lawan kami menggunakan senjata berat,  al Haqqi  bersumpah, saya melihat peristiwa musuh itu hancur, padahal  kami tidak  membawa satu pun senjata dan peluru sama sekali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kisah diatas adalah cuplikan dari kisah kisah karamah yang di dapat dalam peperangan dalam melawan kaum kafirin, buku "Ayaturahman Fi Jihadil Afghan" adalah buku yang di susun oleh Abdullah Azzam sementara beliau terlibat langsung dalam medan jihad di bumi Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika membaca kisah ke zuhud an Umar Ibnul Khattab, saya mengira bahwa kisah seperti itu tidak mungkin terjadi lagi di hari ini, akan tetapi di sana bisa disaksikan bahwa rumah Syaikh Sayyaf (Komandan Mujahidin) di bangun dari tanah dan ruang tamunya hanya sebuah tenda kecil yang berada di luar rumah dan penghasilan beliau hanya 1,5 real tiap bulan. smentara ratusan ribu pasukan mujahidin disana tidak mendapatkan gaji walau sepeserpun. Kisah hebatnya pengorbanan mereka bahkan sudah di ulai dari awal peperang dengan pihak komunis, mereka bahkan menjual 600 ekor dombanya hanya untuk membeli sepucuk senjata organik karena harga senjata organik adalah 600 dollar kuwait yang di belinya di pasar gelap. Dan bahkan mereka juga rela untuk melakukan perjalanan 1500 mil dengan berjalan kaki untuk membeli senjata ke kawasan perbatasan Pakistan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara hal yang menjijikan selalu di tampilkan oleh Amerika ketika mereka berteriak teriak bahwa mereka membantu mujahid Afghanistan dan bahkan Amerika dengan tak tau malunya membuat film Rambo yang menggambarkan tentang betapa senangnya mereka (amerika)  dalam membuat kedustaan dan menggambarkan bahwa rambo (amerika) ada di balik kemenangan Mujahidin Afghanistan. Dan pada saat ini, tahun 2010, mereka Amerika dan konco-konconya sudah mengetahui betapa hebatnya kaum kujahidin Afghanistan yang tidak bisa di kalahkan walaupun Amerika mengeroyok Aghanistan habis habisan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berbagai penindasan dan pembantaian yang ditimpakan kepada kaum Muslimin di berbagai belahan bumi ini sudah tidak dapat di sembunyikan lagi, dan kaum kafirin selalu menyerang dengan dua jurus yaitu madu dan racun, sementara mulutnya terus membicarakan tentan perdamaian, HAM, demokrasi di sisi lain tangan mereka tidak segan segan membantai ratusan ribu rakyat Iraq, Afghanistan dan Amerika juga dengan tanpa rasa malu selalu mendukung kebiadaban penjajahan Israel atas Bangsa Palestina.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2762353200387841883-4754087173831392987?l=ibnsabil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2762353200387841883/posts/default/4754087173831392987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2762353200387841883/posts/default/4754087173831392987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnsabil.blogspot.com/2010/10/ayaturahman-fi-jihadil-afghan_09.html' title='Ayaturahman Fi Jihadil Afghan'/><author><name>Pelaut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05843383788626340222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_ABvGOdnFX54/TLYUm6ovQQI/AAAAAAAAAPA/UEq7f79daTE/S220/mujahid.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ABvGOdnFX54/TNyjjBOplDI/AAAAAAAAAPo/Qy535t_ibMs/s72-c/mujahid1.jpeg' height='72' width='72'/></entry></feed>
